“Adik-adik harus berjuang secara kritis, tetapi tetap sistematis, dan solutif, dan tentunya berpihak kepada kaum marhaen yaitu rakyat kecil, rakyat yang termarjinalkan,” tegasnya.
Selain itu, Sugeng menyinggung upaya penegakan hukum yang dilakukan pihaknya. Ia menegaskan bahwa Kejati Jambi bekerja secara profesional dengan langkah-langkah strategis, termasuk melalui pendekatan yang tidak selalu dipublikasikan, namun berdampak nyata.
Kami telah melakukan berbagai langkah dalam penegakan hukum. Tidak semua harus diumumkan, tetapi hasilnya bisa dirasakan. Prinsip kami adalah memastikan setiap perkara dapat dibuktikan secara kuat di persidangan,” jelasnya.
Lebih jauh, ia berharap GMNI sebagai organisasi nasionalis kedepan harus benar-benar berintegritas nasionalis.
Berintegritas nasionalis menurut Sugeng berarti memiliki komitmen teguh, kejujuran, dan konsistensi dalam tindakan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, persatuan, serta kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
“Ini mencakup perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan setia pada NKRI untuk memperkuat persatuan dalam keragaman,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP GMNI, Rahmanita Sari, menegaskan bahwa momentum Dies Natalis GMNI yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional menjadi refleksi penting terhadap kondisi pendidikan di Indonesia.
Menurutnya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi merupakan jalan pembebasan dari penjajahan pemikiran.
“Kita tidak boleh menutup mata terhadap ketimpangan akses pendidikan, kualitas, hingga kesejahteraan tenaga pendidik. Kita harus mengambil posisi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia yang masih berada di kisaran 32,89 persen.
“Artinya, 7 dari 10 pemuda belum mengenyam pendidikan tinggi. Bahkan ribuan penerima beasiswa KIP-K terancam tidak bisa melanjutkan kuliah akibat pemangkasan anggaran,” ungkapnya.
Rahmanita juga menyampaikan bahwa DPP GMNI menginstruksikan seluruh kader GMNI di Indonesia untuk mengawal pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang dinilai belum transparan.
“RUU Sisdiknas tengah bergulir di DPR, tetapi draft-nya belum bisa diakses publik. Kita perlu bertanya, penyederhanaan ini untuk siapa?” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua DPC GMNI Jambi, Ludwig Syarif Sitohang, menyampaikan bahwa tema “Rediscovery of Our Revolution” bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk kembali pada nilai-nilai dasar perjuangan organisasi.
“Gerakan harus kembali menapakkan pijakan pada ajaran Bung Karno, yakni marhaenisme, untuk mewujudkan sosialisme Indonesia. Kita tidak boleh jauh dari itu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa GMNI harus tetap konsisten sebagai organisasi perjuangan yang berpihak kepada rakyat dan berperan aktif dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ini diakhir dengan pemotongan tumpeng serta kue Dies Natalis GMNI Ke 72 sebagai simbol bertambahnya umur organisasi dan besarnya harapan akan kemajuan gerakan kedepan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi Samsul Ridwan, Asisten II Setda Provinsi Jambi Syamsurizal, Kaban Kesbangpol Kota Jambi Juhri, serta perwakilan Polda Jambi dari Ditbinmas.
Hadir juga beberapa organisasi mahasiswa seperti PMKRI, GMKI, IMM, PMII, serta beberapa organisasi mahasiswa lainnya. (AAS)





Tinggalkan Balasan