“Pendidikan bermutu, adil, dan inklusif bukan pilihan, melainkan kewajiban kebangsaan. Pendidikan adalah jantung peradaban yang menentukan arah masa depan Indonesia,” ujar Rektor saat dikutip dari unja.ac.id

Dalam amanat itu juga disampaikan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi harus mampu menjadi pencipta dan pelopor inovasi. Pendidikan tinggi diharapkan melahirkan generasi unggul, ilmuwan berkelas dunia, serta sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi harus menjadi pencipta. Kita harus melahirkan ilmuwan berkelas dunia, bahkan peraih Nobel dari anak bangsa,” lanjutnya.

Rektor UNJA juga mengingatkan seluruh sivitas akademika agar bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sehingga tetap berada dalam koridor etika dan tanggung jawab akademik.

Baca juga:  Grand Final Lomba Lari Balok PAUD se-Kota Jambi Berakhir, Pemenang Terima Piala dari Walikota Jambi

“Kemajuan teknologi harus menjadi alat bantu untuk meningkatkan kualitas pendidikan, bukan disalahgunakan,” tegasnya.

Upacara semakin khidmat dengan persembahan lagu “Terima Kasihku” dan “Hymne Guru” oleh Paduan Suara Pinang Masak UNJA, yang menambah nuansa reflektif dan penghormatan terhadap jasa para pendidik.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, laporan akhir pemimpin upacara kepada pembina upacara, serta penghormatan penutup yang menandai berakhirnya upacara.

Melalui peringatan Hardiknas 2026 ini, UNJA menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, kolaboratif, dan bermutu, sejalan dengan semangat partisipasi semesta demi terwujudnya pendidikan untuk semua. (*)