Sementara itu, Ketum KONI Jambi AKBP Mat Sanusi menyebutkan bahwa pada PON Aceh-Sumut lalu Jambi masih berada di posisi 20 dari 38 Provinsi. Kata dia, kalau tidak ada kolaborasi ini maka ditakutkan prestasi olahraga Jambi akan semakin merosot di PON mendatang.

“Karena kita tau di kondisi efisiensi sekarang semua jadi terbatas, tahun ini saja kita tidak mengadakan Porprov karena kondisi efisiensi ini, dimana daerah-daerah tidak bisa mengirimkan atletnya untuk bertanding,” ungkapnya.

Sanusi meyakini, dengan kolaborasi ini peningkatan prestasi olahraga di Provinsi Jambi dapat terjadi di PON 2028 nanti.

Ketua Pengprov Drumpband sekaligus Waka DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata mengapresiasi tinggi KONI Jambi atas pertemuan ini. Ivan menyebutkan, target 22 medali emas di PON mendatang harus berbanding lurus dengan pendanaan yang memadai.

Baca juga:  Sekda Sudirman Buka Rakerprov KONI, Harapkan Keputusan Strategis Majukan Olahraga Jambi

“Kita minta mereka juga berkontribus dalam rangka kita mengejar target medali emas ini, pertemuan seperti ini jangan berhenti di SKK Migas saja, perusahaan di perkebunan dan di bidang lain ikut juga, saya optimis jika Ketua KONI dan Dewan Penyantun konsisten, target 22 medali emas akan tercapai,” tandasnya. (*)