TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Persatuan Panahan Indonesia Kota Jambi menggelar Rapat Kerja (Raker) di Aula KONI Kota Jambi pada Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Solidaritas Organisasi dan Pembinaan Atlet Menuju Prestasi Panahan Kota Jambi” yang diikuti seluruh klub anggota Perpani Kota Jambi serta jajaran pengurus organisasi. Raker juga dihadiri Ketua Umum Pengprov Perpani Provinsi Jambi, Heriyanto.
Raker ini bertujuan menyusun program kerja strategis, sinkronisasi program dengan Pengprov Perpani, evaluasi pembinaan dan kompetisi atlet, serta penguatan struktur administrasi organisasi.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum KONI Kota Jambi, Antoni Karia Gumay.
Ketua Umum Perpani Kota Jambi, Adi Satria, mengatakan pihaknya menargetkan peningkatan prestasi atlet sekaligus pengembangan minat masyarakat terhadap olahraga panahan.
“Program yang ingin kita jalankan pada tahun ini setidaknya ada dua hal dan diharapkan bisa lebih, yaitu peningkatan prestasi atlet dan pengembangan minat masyarakat terhadap olahraga panahan itu sendiri,” kata Adi Satria dalam sambutannya.
Menurutnya, Perpani Kota Jambi ingin masyarakat semakin mengenal dan mencintai olahraga panahan sehingga lahir lebih banyak calon atlet potensial yang dapat dibina untuk meraih prestasi.
“Ini akan kita laksanakan bersama. Apa saja yang bisa kita diskusikan bersama untuk mewujudkan hal itu. Semoga harapan besar yang kita inginkan ini bisa tercapai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Jambi, Antoni Karia Gumay, mendorong setiap cabang olahraga untuk rutin melaksanakan rapat kerja yang menghasilkan program terukur dan berkelanjutan.
“Kami terus mendorong agar cabor mempunyai tolak ukur kegiatan yang dapat dilaksanakan setiap tahun,” kata Antoni saat membuka Raker Perpani Kota Jambi.
Ia menilai pelaksanaan rapat kerja menjadi indikator penting dalam melihat kesehatan organisasi sebuah cabang olahraga.
“Raker ini bisa menjadi evaluasi dan organisasi itu menjadi sehat karena kita mempunyai program ke depan. Tapi kalau tidak ada program kerja, cabornya tidak sehat,” tegas Antoni Gumay. (*)



Tinggalkan Balasan