Gubernur Al Haris juga memberi penghargaan kepada seluruh petugas haji diantaranya tenaga medis, petugas kesehatan, pendamping ibadah, serta petugas pembantu umum yang bertugas mendampingi dan melayani jamaah selama pelaksanaan ibadah. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak lepas dari peran besar para petugas tersebut.
Selain itu, Gubernur Al Haris menekankan pentingnya solidaritas dan kebersamaan antarjamaah, khususnya sesama jamaah asal Jambi. Ia mengimbau agar jamaah saling tolong-menolong, menjaga persatuan, dan kompak selama berada di hotel maupun lokasi ibadah, sehingga pelayanan dapat berjalan lancar dan suasana ibadah tetap khidmat.
“Kita berharap kualitas ibadah haji semakin baik setiap tahun. Dengan layanan yang makin baik, semoga masyarakat semakin puas. Mari saling menjaga, tolong-menolong, dan kompak selama di Tanah Suci,” kata Gubernur Al Haris.
“Rombongan Kloter BTH 25 akan melanjutkan perjalanan ke bandara sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci. Pemerintah Provinsi bersama pihak terkait terus berkoordinasi untuk memastikan kelancaran administrasi, kesehatan, dan akomodasi jamaah sampai kembali ke tanah air,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I., menyampaikan bahwa di hari terakhir pemberangkatan yang berisi jamaah 198 orang dari Provinsi Jambi, yakni Kloter BTH 25. “Kloter terakhir ini bergabung dengan jamaah asal Provinsi Kepulauan Riau, diterbangkan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Haji Batam pada pukul 21.00 WIB malam ini,” ujarnya.
“Di Kloter BTH 25 jamaah tertua 85 tahun Zainab AB, dari Kabupaten Bungo dan termuda 22 tahun Salmatun Nashwa juga dari Kabupaten Bungo. Dari jumlah jamaah haji yang direncanakan berangkat 3.306 orang, kloter pertama sampai akhir ini, yang diberangkatkan 3.301 orang, 5 orang belum bisa berangkat karena kesehatan. Semoga di tahun depan bisa kita berangkatkan,” tambanya. (*)




Tinggalkan Balasan