Menurutnya, keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat hanya ditopang oleh Polri dan TNI semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Dibutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa. Melalui Sabuk Kamtibmas, kita satukan kekuatan masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan aparat untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan masing-masing,” ungkap Kapolda.

Kapolda juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi dan aparat penegak hukum.

“Kawan hilang bisa dicari, uang hilang bisa diganti, tapi kepercayaan yang hilang susah dicari gantinya. Itulah mengapa kepercayaan masyarakat kepada kita harus dijaga. Laksanakan tugas dengan profesional, humanis, dan tanpa tebang pilih,” tegasnya.

Di akhir amanatnya, Kapolda Jambi mengajak seluruh anggota Sabuk Kamtibmas dan masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan sejak dini.

Baca juga:  Empat Rumah Hangus Terbakar di Solok Sipin, Wali Kota Jambi Sigap Serahkan Bantuan Tanggap Darurat

“Kepada seluruh anggota Sabuk Kamtibmas dan masyarakat, mari kita jaga persatuan. Laporkan setiap potensi gangguan kamtibmas sejak dini. Jangan biarkan provokasi dan hoaks memecah belah kita. Kota Jambi kuat karena masyarakatnya bersatu,” ujarnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan oleh Kapolda Jambi kepada Wali Kota Jambi atas keberhasilan mewujudkan Program Kampung Bahagia serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Kota Jambi.

Acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan penandatanganan kesepakatan bersama. (*)