“Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus didorong untuk menggerakkan ekonomi daerah. Pemerintah juga mempercepat digitalisasi ekonomi, pengembangan industri semikonduktor, hilirisasi, dan peningkatan kualitas SDM,” ujar Airlangga.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mokhamad Misbakhun, menilai sektor jasa keuangan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, pembiayaan yang tepat sasaran dapat memperkuat UMKM dan daya beli masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan produk domestik bruto (PDB).

“Saya mengapresiasi OJK yang terus mengonsolidasikan sektor jasa keuangan dengan pemerintah daerah melalui penguatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Ini menjadi tanggung jawab bersama agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menambahkan, kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam memperkuat ekonomi nasional.

Baca juga:  Mudik Nyaman Bersama Honda, Ribuan Konsumen Setia Berangkat Pulang Kampung

“Ekonomi daerah yang kuat bukan hanya soal besarnya anggaran, tetapi bagaimana anggaran itu diubah menjadi layanan, layanan menjadi produktivitas, dan produktivitas menjadi kesejahteraan,” kata Juda.

Arah Pengembangan Program PED

Tahapan Program PED yang dijalankan OJK meliputi pemetaan potensi ekonomi unggulan daerah melalui TPAKD, pembangunan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas pembiayaan, hingga pemanfaatan produk jasa keuangan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

Di Sumatera Selatan, Program PED difokuskan pada pengembangan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir. Pada 2025, produksi kopi Indonesia mencapai 832,7 ribu ton dan berpotensi meningkat hingga 1,2 juta ton per tahun melalui optimalisasi produktivitas lahan serta penguatan industri olahan kopi dengan valuasi mencapai Rp129 triliun.

Baca juga:  Perkuat Kerja Sama Indonesia - Australia dalam Penanganan Scam Keuangan OJK

Di Jawa Timur, Program PED diarahkan pada pengembangan ekosistem susu sapi perah untuk memperkuat rantai nilai pangan nasional dengan nilai ekonomi mencapai Rp49,5 triliun.

Sementara di Jawa Tengah, program ini mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan komoditas padi, jagung, dan rajungan yang memiliki potensi ekonomi hingga Rp1.684 triliun.

Adapun di Jakarta, Program PED difokuskan pada pengembangan ekonomi kreatif, termasuk industri film dan konten kreatif, dengan potensi nilai mencapai Rp2.130 triliun pada 2029.

OJK menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memperluas implementasi Program PED di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan nasional berbasis potensi daerah. (*)