TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Panas siang itu terasa cukup menyengat di dermaga PTP Nonpetikemas Cabang Jambi. Namun suhu tinggi tak menghentikan aktivitas bongkar muat yang berlangsung di kawasan pelabuhan tersebut. Truk-truk pengangkut silih berganti keluar masuk area dermaga, sementara crane pelabuhan terus mengangkat muatan semen dari kapal yang bersandar di tepian Sungai Batanghari.
Di tengah terik matahari, para pekerja tetap menjalankan tugasnya agar distribusi barang tidak terhenti. Aktivitas di pelabuhan berlangsung hampir tanpa jeda. Dari kawasan strategis tersebut, berbagai komoditas didistribusikan ke sejumlah daerah untuk mendukung kebutuhan industri dan pembangunan.
PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Jambi menjadi salah satu jalur distribusi penting bagi berbagai komoditas unggulan daerah. Sebagai operator terminal nonpetikemas, pelabuhan ini melayani berbagai jenis kargo, mulai dari curah cair, curah kering, hingga general cargo.
Komoditas yang ditangani pun beragam, seperti batu bara, crude palm oil (CPO), LPG, clinker, hingga semen. Seluruh aktivitas tersebut menjadikan pelabuhan sebagai salah satu simpul logistik utama di Provinsi Jambi.
Truk-truk pengangkut tampak terus bergerak di kawasan pelabuhan. Sebagian mengantre untuk mengambil muatan, sementara sebagian lainnya meninggalkan area dermaga setelah proses bongkar muat selesai. Aktivitas kendaraan yang nyaris tanpa henti menjadi gambaran tingginya mobilitas logistik di kawasan tersebut.
Di tengah padatnya aktivitas operasional, deretan pohon yang ditanam di beberapa sisi pelabuhan memberikan suasana yang lebih teduh. Selain memperindah kawasan, pepohonan tersebut juga membantu mengurangi debu yang dihasilkan dari aktivitas kendaraan dan bongkar muat barang.
Selama bekerja, para pekerja pelabuhan tampak disiplin menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm, rompi reflektif, dan alat pelindung lainnya sebagai bagian dari penerapan standar keselamatan kerja.
Hingga akhir tahun 2025, arus barang di PTP Nonpetikemas Cabang Jambi tercatat mencapai 1,55 juta ton/m3 atau meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan throughput tersebut turut mendorong percepatan proses bongkar muat dan pelayanan kapal.
“Capaian throughput tahun ini menjadi bukti komitmen kami untuk terus meningkatkan produktivitas dan pelayanan bagi pengguna jasa,” ujar Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Jambi dikutip dari minangsatu.com pada Sabtu, (30/5/2026).
Sebagai pelabuhan multipurpose di wilayah Sumatra,PTP Nonpetikemas Cabang Jambi didukung berbagai fasilitas penunjang seperti dermaga multipurpose, gudang penumpukan, hingga lapangan stacking guna memastikan kelancaran distribusi barang.
Memasuki awal tahun 2026, sejumlah komoditas mengalami peningkatan trafik, terutama pada sektor curah cair seperti LPG, kondensat, aspal curah, dan CPO yang dilayani melalui kawasan Pelabuhan Muara Sabak. Hingga Maret 2026, realisasi trafik tercatat mencapai 388.713 ton atau meningkat 110,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bagi Provinsi Jambi, pelabuhan ini memiliki peran strategis sebagai jalur distribusi barang dan perdagangan. Berbagai perusahaan distribusi maupun industri menjadikan pelabuhan tersebut sebagai salah satu titik penting untuk menjaga kelancaran pasokan barang dan aktivitas usaha.
Meski demikian, menjaga kelancaran logistik di jalur sungai tidak selalu mudah. Sedimentasi Sungai Batanghari yang terus terjadi menyebabkan alur pelayaran menjadi lebih dangkal sehingga membatasi draft kapal yang dapat melintas. Selain itu, persaingan dengan terminal khusus serta tuntutan efisiensi distribusi yang semakin tinggi juga menjadi tantangan tersendiri.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi mulai menerapkan berbagai sistem digital. Mulai dari pengurusan kapal hingga pemantauan aktivitas bongkar muat dilakukan secara terintegrasi untuk mempercepat pelayanan.
Melalui sistem tersebut, pengguna jasa juga dapat memantau posisi barang secara lebih akurat melalui fitur pelacakan serta integrasi data manifest yang semakin baik.
Di balik modernisasi sistem dan peningkatan produktivitas tersebut, aktivitas pelabuhan tetap bergantung pada para pekerja yang menjalankan proses bongkar muat setiap hari. Operator crane, petugas lapangan, tenaga bongkar muat, hingga pengemudi truk menjadi bagian penting dari rantai logistik yang menjaga distribusi barang tetap bergerak selama 24 jam.
Di bawah terik matahari siang, para pekerja terus mengarahkan muatan semen yang dipindahkan dari kapal menuju kendaraan pengangkut. Aktivitas itu berlangsung hampir tanpa henti demi memastikan kebutuhan industri dan pembangunan di berbagai daerah tetap terpenuhi.
Selain menjalankan fungsi operasional, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi juga aktif melaksanakan berbagai program sosial dan lingkungan bagi masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan.
Dari tepian Sungai Batanghari, aktivitas distribusi barang terus berlangsung setiap hari. Kapal, truk, dan para pekerja pelabuhan menjadi bagian dari rantai logistik yang menjaga pergerakan komoditas tetap berjalan menuju berbagai daerah di Indonesia. (*)




Tinggalkan Balasan