TANYAFAKTA.CO, MUARA BULIAN – Upaya menjaga kesehatan lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat. Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan sosialisasi pencegahan penyakit Hantavirus bagi petugas dan anak binaan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi penyebaran penyakit menular.

Kegiatan yang berlangsung di Aula LPKA Muara Bulian tersebut diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari 54 petugas dan 56 anak binaan. Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis serta penguatan edukasi mengenai pencegahan penyakit Hantavirus di lingkungan pemasyarakatan.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Muara Bulian dan Puskesmas Tenam sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi petugas dan warga binaan.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, dan turut dihadiri Kepala Puskesmas Muara Bulian, Hadi Purnama, beserta jajaran pejabat struktural LPKA Muara Bulian.

Baca juga:  Bank Sampah Induk Dreams Garap Diam-Diam Pengelolaan Limbah Konstruksi CSR PT JGC untuk Kota Jambi, Ada Apa di Baliknya?

Selain pemeriksaan kesehatan umum, peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk memantau kondisi kesehatan jantung. Di sela kegiatan, tenaga kesehatan memberikan sosialisasi mengenai penyakit Hantavirus, mulai dari faktor penyebab, pola penyebaran, gejala klinis hingga langkah-langkah pencegahan yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala LPKA Muara Bulian, J. Kasogi Surya Fattah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen institusinya dalam memastikan kondisi kesehatan seluruh petugas dan anak binaan tetap terjaga.

“Pada hari ini LPKA Muara Bulian melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Muara Bulian dan Puskesmas Tenam yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan penyakit Hantavirus. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh petugas dan anak binaan, termasuk pemeriksaan EKG sebagai upaya deteksi dini gangguan kesehatan jantung. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran seluruh peserta akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit menular,” ujar J. Kasogi Surya Fattah.

Baca juga:  Gerebek Sabung Ayam, Tiga Polisi Gugur di Lampung

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk implementasi nyata arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan produktif.

“Kesehatan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pembinaan. Oleh karena itu, saya mengapresiasi inisiatif LPKA Muara Bulian yang bergerak cepat membangun kolaborasi dengan fasilitas kesehatan setempat. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pencegahan penyakit, termasuk Hantavirus,” katanya.

Kepala Puskesmas Muara Bulian, Hadi Purnama, menambahkan bahwa edukasi mengenai Hantavirus perlu terus dilakukan mengingat penyakit tersebut dapat dicegah melalui penerapan pola hidup bersih dan pengelolaan lingkungan yang baik.

Baca juga:  LPKA Muara Bulian Gandeng Puskesmas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Sosialisasi Hantavirus, Diikuti 110 Peserta

“Hantavirus merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena berkaitan dengan keberadaan hewan pengerat di lingkungan sekitar. Melalui sosialisasi ini kami ingin memastikan peserta memahami cara penularan, mengenali gejala, dan mengetahui langkah pencegahannya. Dengan pengetahuan yang baik, risiko penularan dapat diminimalkan secara maksimal,” ungkap Hadi Purnama.

Melalui kegiatan tersebut, LPKA Muara Bulian menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan instansi kesehatan guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan mendukung proses pembinaan yang optimal bagi anak binaan. (*)