Al Haris juga menyampaikan bahwa pemerintah, Bank Indonesia, OJK, dan pengurus pusat siap mendukung gerakan penguatan ekonomi syariah di Jambi. Ia berharap kepengurusan IAEI Jambi dapat segera bergerak dan melahirkan program nyata.

Dalam kesempatan itu, Al Haris juga menyinggung peluang pembentukan Badan Usaha Syariah di Jambi. Menurutnya, gagasan tersebut menarik, namun perlu dikaji secara mendalam.

“Saya tertarik dengan pemikiran apakah Jambi sudah layak membentuk Badan Usaha Syariah. Tapi ini perlu kajian ke depan,” ujarnya.

Al Haris menilai ekonomi syariah semakin relevan di tengah perubahan zaman. Perkembangan teknologi, digitalisasi transaksi, artificial intelligence, hingga perubahan ekonomi global telah mengubah pola hidup dan pola bisnis masyarakat.

Baca juga:  Pimpin Jambi Mantap Lawan Pers FC di Stadion Swarnabhumi, Al Haris : Insan Pers Aktif Bersama Kami Bangun Jambi

Namun, di sisi lain, muncul pula berbagai tantangan seperti kesenjangan ekonomi, praktik bisnis yang jauh dari nilai moral, dan gaya hidup konsumtif. Karena itu, ekonomi Islam dinilai dapat menjadi jalan untuk membangun sistem ekonomi yang lebih adil, stabil, dan bermanfaat.

Al Haris turut mengapresiasi Bank Indonesia yang telah mendorong kegiatan bernuansa ekonomi syariah, salah satunya melalui Seginjai Fest. Ia juga berharap OJK terus memberikan arahan dalam penguatan ekonomi syariah di Jambi.

Di akhir sambutannya, Al Haris mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPW IAEI Jambi yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru segera bekerja dan menghadirkan program konkret untuk masyarakat.

“Selamat kepada pengurus yang dilantik. Saya menunggu action-nya,” pungkasnya. (*)

Baca juga:  Harumkan Nama Kota Jambi, Pj Wali Kota Gelar Malam Apresiasi Bagi Atlet dan Official KORMI