Namun, menurut Zulhas, kondisi tersebut berubah pascareformasi ketika penguasaan ekonomi semakin didominasi oleh kelompok yang memiliki modal besar.

“Terjadi paradoks. Di mana ada perkebunan, di situ pasti banyak buruh. Saat harga sawit bagus, petani malah menderita karena dikuasai usaha-usaha besar,” tuturnya.

Karena itu, ia menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui pembangunan sistem ekonomi yang lebih berkeadilan.

Menurut Konstitusi kata Zulkifli, Indonesia harus Swasembada Pangan.

“Swasembada ini adalah kedaulatan, kehormatan yang menyangkut hampir 100 juta rakyat Indonesia yang dibidang pertanian,” ungkapnya.

Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah membangun tata kelola ekspor komoditas strategis seperti Crude Palm Oil (CPO), batu bara, dan nikel melalui sistem satu pintu agar lebih transparan dan mampu memberikan nilai tambah yang maksimal bagi negara.

Baca juga:  Gubernur Al Haris Upayakan Pemangkasan Rantai Produksi CPO Sawit

Selain itu, pemerintah juga melakukan pembenahan di sektor keuangan. Zulhas menyoroti masih terkonsentrasinya penyaluran kredit kepada kelompok usaha besar, sementara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan dengan tingkat bunga yang relatif tinggi.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada usaha kecil, pemerintah telah menetapkan bunga maksimal Program Mekaar sebesar 8 persen, turun signifikan dibandingkan sebelumnya yang mencapai 24 persen.

Zulhas menegaskan bahwa ekonomi Pancasila harus diwujudkan melalui peningkatan produktivitas rakyat sehingga masyarakat dapat bekerja, berusaha, dan sejahtera di negeri sendiri.

“Kekayaan alam Indonesia harus dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat. Melalui ekonomi Pancasila yang berbasis produktivitas, kita ingin rakyat Indonesia semakin maju dan sejahtera di tanah airnya sendiri,” tegasnya.

Baca juga:  Di National Day Parade Singapura, Presiden Prabowo Disambut Riuh Penonton

Ia mengakui bahwa upaya mewujudkan keadilan ekonomi bukanlah pekerjaan mudah dan akan menghadapi berbagai tantangan. Namun, menurutnya, langkah tersebut harus terus diperjuangkan agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia. (*)