“Kami bersyukur mendapat kunjungan dari Bapak Wali Kota. Ini menjadi sejarah bagi Pegadaian dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengelolaan sampah. Program bank sampah yang kami jalankan sejak 2018 memiliki semangat yang sama dengan program Pemerintah Kota Jambi,” ujarnya.

Marzuki menjelaskan bahwa Pegadaian memiliki program “Memilah Sampah Mengemaskan Indonesia” yang sebelumnya dikenal dengan nama “Sampah Jadi Emas”. Program tersebut memungkinkan masyarakat mengubah sampah yang memiliki nilai ekonomi menjadi tabungan emas.

“Masyarakat cukup memilah sampah rumah tangga yang masih memiliki nilai ekonomi. Nilai sampah tersebut kemudian dikonversikan menjadi saldo tabungan emas sesuai gramasi yang berlaku. Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berinvestasi emas dari aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Baca juga:  Temui Dirjen Kemendikdasmen, Wali Kota Maulana Dorong Wajib Belajar 13 Tahun di Jambi

Ia menambahkan, hampir seluruh jenis sampah memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dengan baik. Sampah kertas, karton, plastik, logam, hingga sampah organik dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk yang bernilai.

“Melalui kerja sama ini kami berharap masyarakat semakin teredukasi untuk memilah sampah dari rumah. Tahap awal akan disinergikan melalui OPBM yang akan membantu proses pengumpulan sampah terpilah sebelum dikonversikan menjadi tabungan emas,” katanya.

Marzuki juga mengungkapkan bahwa apabila program ini berhasil diterapkan di Kota Jambi, tidak menutup kemungkinan akan dijadikan proyek percontohan bagi daerah lain di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kemitraan dan Kerja Sama Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia, Yuda, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang dibangun antara Pemerintah Kota Jambi dan Pegadaian.

Baca juga:  Baru Buka 4 Hari, Taman Banjuran Budayo Sudah dikunjungi 60 Ribu Orang

“Kami berharap sinergi ini tidak hanya memperkuat pengelolaan sampah, tetapi juga meningkatkan taraf hidup masyarakat. Masyarakat yang sebelumnya hanya membuang sampah, kini dapat menjadikan sampah terpilah sebagai sarana investasi jangka panjang,” ujarnya.

Yuda menjelaskan bahwa program tersebut telah dijalankan sejak tahun 2018 dan saat ini didukung lebih dari 400 bank sampah binaan Pegadaian di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, langkah paling sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah memilah sampah menjadi empat kategori utama, yaitu plastik, logam, kertas, dan sisa makanan. Sampah yang telah dipilah kemudian memiliki nilai ekonomi yang dapat dikonversikan menjadi tabungan emas.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi, Pegadaian, Bank Sampah, TPS 3R, OPBM, dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat Kota Jambi.

Baca juga:  Peduli Korban Banjir, Wakil Walikota Jambi Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Legok

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Jambi yang bersih, sehat, dan berdaya saing melalui penguatan ekonomi sirkular berbasis partisipasi masyarakat. (*)