Dari total 3.560 peserta yang mengikuti seleksi, terdapat empat peserta penyandang disabilitas yang mendapatkan layanan khusus selama proses ujian berlangsung.
Keempat peserta tersebut terdiri dari satu peserta tuna netra dan tiga peserta tuna rungu. Untuk menjamin aksesibilitas, UNJA menyediakan ruang ujian khusus serta pendamping bagi peserta yang membutuhkan.
“Dari 3.560 pendaftar terdapat empat peserta disabilitas, yaitu satu orang tuna netra dan tiga orang tuna rungu. Khusus peserta tuna netra akan mengikuti ujian di laboratorium tersendiri dengan pendamping yang telah disiapkan untuk membantu selama proses ujian,” jelas Prof. Hafrida.
Ia berharap seluruh rangkaian seleksi dapat berjalan lancar tanpa kendala yang dapat merugikan peserta.
“Harapan kami tentu Universitas Jambi bisa menyelenggarakan seleksi ini dengan baik dan lancar, tanpa kendala berarti. Jangan sampai ada hambatan yang dapat merugikan peserta, sehingga seluruh proses berjalan optimal,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan SMM PTN-Barat ini, UNJA berkomitmen menjaring calon mahasiswa yang berkualitas dan memiliki potensi akademik terbaik.
Seleksi tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan daya saing universitas, serta mencetak generasi muda yang mampu berkontribusi bagi pembangunan di masa depan. (*)





Tinggalkan Balasan