Kapolda Jambi juga menegaskan bahwa Rakernis ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja, menyamakan persepsi, serta merumuskan program kerja tahun 2026 yang selaras dengan kebijakan Polri, yaitu Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (Presisi).
“Perlu kita pahami bahwa tantangan keamanan saat ini tidak lagi dapat dilihat hanya dalam ruang lingkup daerah maupun nasional. Dunia saat ini sedang mengalami perubahan yang sangat cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian,” tegasnya.
Kapolda Jambi kembali menekankan apresiasi terhadap kinerja jajaran Intelkam yang dinilai telah berhasil menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah hukum Polda Jambi.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Ditintelkam Polda Jambi dan Sat Intelkam Polres/ta jajaran atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Keberhasilan terbesar fungsi intelijen bukan ketika ancaman telah ditindak, melainkan ketika ancaman mampu dicegah sebelum terjadi. Itulah hakikat utama intelijen keamanan,” ujarnya.
Ia juga menekankan lima hal penting dalam Rakernis tersebut, yakni peningkatan deteksi dini dan penguatan early warning system, penguatan sinergitas dengan TNI, BIN Daerah, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat, peningkatan profesionalisme dan netralitas, serta penguatan penguasaan wilayah dan kemampuan analisis intelijen yang tajam, objektif, dan preemtif.
Sementara itu, Direktur Intelkam Polda Jambi Kombes Pol Yuli Haryudo, S.E. menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Intelkam atas kontribusi dalam menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Jambi.
Ia berharap hasil Rakernis dapat ditindaklanjuti di wilayah masing-masing dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas ke depan. (*)





Tinggalkan Balasan