TANYAFAKTA.CO, MUARO JAMBI – Gubernur Jambi yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jambi, Al Haris, membuka secara resmi Jambore Daerah Gerakan Pramuka Jambi Tahun 2026 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti-Musa, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (21/6/2026).

Jambore Daerah Jambi tahun 2026 mengusung tema “Ceria, Berkarya dan Berkarakter Simpatik” dan diikuti peserta Pramuka Penggalang usia 11–15 tahun, para pembina, serta unsur pemerintah dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Al Haris menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, jambore menjadi wadah penting bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan wawasan, keterampilan, kepemimpinan, persaudaraan, serta kemandirian.

“Saya memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan jambore ini. Kegiatan ini menjadi ruang bagi adik-adik Pramuka untuk belajar, berproses, dan membentuk karakter,” ujar Al Haris.

Ia menegaskan, pendidikan kepramukaan memiliki peran strategis sebagai pendidikan nonformal yang memperkuat nilai moral, kebangsaan, kedisiplinan, serta kepemimpinan generasi muda.

“Pendidikan kepramukaan membentuk pribadi berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Al Haris Tetapkan Direksi Baru PT JII, Dorong Percepatan PI 10 Persen untuk Tambah PAD Jambi

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan dalam membangun generasi muda yang mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

“Jambore Daerah ini dirancang sebagai wadah bagi Pramuka Penggalang untuk mengasah wawasan, keterampilan, kepemimpinan, persaudaraan, dan kemandirian melalui berbagai kegiatan,” jelasnya.

Al Haris menyebut, kegiatan jambore memiliki nuansa berbeda dibanding kegiatan Pramuka lainnya karena mengajarkan pengalaman hidup bersama, kerja sama, serta pembentukan karakter.

Ia berharap peserta dapat menjadi generasi penerus yang memiliki kepribadian kuat, integritas, serta kecakapan hidup.

“Sebagai generasi penerus, adik-adik harus diberikan bekal sejak dini melalui Gerakan Pramuka agar kelak menjadi manusia berkepribadian, berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki kecakapan hidup,” ungkapnya.

Al Haris juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan sebagai bagian utama dari pendidikan Pramuka.

“Upacara sudah dimulai, tetapi masih ada peserta yang berjalan. Disiplin harus dimulai dari sini. Saya minta seluruh anggota Pramuka menunjukkan sikap tertib sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan dan etika kepramukaan,” tegasnya.

Baca juga:  Hardiknas 2026, Wali Kota Jambi Maulana Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru dan Kualitas Pendidikan

Usai kegiatan, Al Haris mengatakan jambore menjadi momentum bagi peserta untuk mempraktikkan berbagai pembelajaran yang selama ini diperoleh melalui kegiatan Pramuka, mulai dari disiplin, kepemimpinan, hingga keterampilan sosial.

“Kita berharap apa yang mereka dapatkan selama mengikuti Pramuka dapat diterapkan dalam kehidupan nyata ketika mereka bersama-sama dalam kegiatan seperti ini,” katanya.

Menurutnya, melalui jambore dapat terlihat karakter dan sikap seorang Pramuka ketika berinteraksi dengan sesama.

“Dari sini kita bisa melihat etika, perilaku, serta keterampilan yang dimiliki. Ketika karakter dan jati diri sudah terbentuk, pembinaan ke depan akan lebih mudah,” ujarnya.

Kwarnas Dorong Pramuka Jadi Wadah Pembentukan Karakter

Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sekaligus Ketua Umum Panitia Jambore Nasional 2026, Bachtiar Utomo, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Jambore Daerah Jambi.

Ia mengatakan, Kwartir Nasional terus memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

“Gerakan Pramuka berupaya menyediakan ruang bagi anggota untuk tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berjiwa Pancasila, serta memiliki kecakapan hidup,” ujarnya.

Baca juga:  Wagub Sani Dampingi Kunker Kepala KSP Tinjau SPPG

Ia menambahkan, kepedulian terhadap sesama dan lingkungan menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman.

Kwarda Jambi: Jambore Jadi Ruang Pembentukan Karakter

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi, Sudirman, mengatakan pembentukan karakter generasi muda harus dilakukan melalui berbagai pendekatan, salah satunya melalui kegiatan jambore.

“Karakter tidak terbentuk dalam satu cara. Salah satu upaya konkretnya adalah melalui kegiatan seperti jambore yang membentuk kemandirian, kerja sama tim, dan nilai kebangsaan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Gerakan Pramuka Jambi dan Universitas Adiwangsa Jambi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Jambi, jajaran perguruan tinggi, kepala OPD Pemerintah Provinsi Jambi, para bupati/wali kota selaku Majelis Pembimbing Cabang, pengurus Kwarda Jambi, ketua Kwarcab, pimpinan kontingen, pembina pendamping, peserta jambore, serta undangan lainnya. (*)