Suasana ujian berlangsung tertib sejak peserta memasuki ruang pelaksanaan. Panitia juga memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Ketua Admisi UIN STS Jambi, Herri Novealdi, menjelaskan tingginya minat masyarakat terhadap Fakultas Kedokteran. Ia menyebutkan sebanyak 148 peserta mendaftar melalui Jalur Mandiri I Tahun 2026.

Namun, kuota penerimaan melalui jalur tersebut hanya tersedia untuk 10 mahasiswa. Artinya, persaingan pada jalur ini mencapai hampir 15 peserta memperebutkan satu kursi. Menurut Herri, jumlah kuota Fakultas Kedokteran UIN STS Jambi tahun ini mencapai 50 mahasiswa.

Kuota tersebut terbagi melalui tiga jalur penerimaan mahasiswa baru. Sebanyak 15 mahasiswa diterima melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP. Selanjutnya, 25 mahasiswa diterima melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT. Kemudian, 10 mahasiswa akan dipilih melalui Jalur Mandiri I. Pembagian kuota tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan melalui berbagai mekanisme seleksi nasional dan mandiri.

Baca juga:  Dorong SDM Unggul, Politeknik Jambi Bekali Mahasiswa dengan Praktik Budidaya Sawit

Fakultas Kedokteran menjadi salah satu program studi dengan tingkat persaingan tertinggi di UIN STS Jambi. Hal itu terlihat dari besarnya jumlah pendaftar dibandingkan kuota yang tersedia. Tingginya minat tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan kedokteran di UIN STS Jambi.

Di sisi lain, proses seleksi dirancang untuk menjaring calon mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik terbaik. Karena itu, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti ujian secara optimal.

Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, UIN STS Jambi berkomitmen menghadirkan lulusan kedokteran yang berkualitas. Komitmen tersebut sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi kesehatan di Provinsi Jambi. (*)