Ia menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam menanamkan akhlak dan nilai-nilai keagamaan kepada anak sejak dini.

Dalam sosialisasi itu, Hesti juga memaparkan sejumlah program yang akan dijalankan melalui Gerakan Jambi Bersholawat, di antaranya pengajian keluarga dan majelis taklim, pelatihan pembina selawat bagi remaja dan ibu-ibu, kolaborasi dengan sekolah serta pesantren, hingga pemberdayaan kelompok seni religi lokal untuk melestarikan budaya dan tradisi keagamaan.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai elemen masyarakat yang menyatakan dukungannya agar kegiatan bersholawat dapat menjadi rutinitas di lingkungan RT/RW maupun lembaga pendidikan.

Selain memperkuat syiar keagamaan, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk mempererat sinergi antara TP PKK Provinsi Jambi, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat dalam menyusun program-program keagamaan yang inklusif dan partisipatif.

Baca juga:  Listrik Padam Massal, Jambi Gelap Gulita

Hesti Haris berharap Gerakan Jambi Bersholawat tidak hanya memperkuat kehidupan beragama, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda, memperkokoh kerukunan masyarakat, serta menghadirkan kepedulian sosial, sebagaimana diwujudkan melalui penyerahan bantuan kursi roda kepada warga yang membutuhkan. (*)