Helmi menegaskan pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan sehingga manfaat ekonomi dapat dinikmati tanpa mengorbankan keberlanjutan ekosistem.
Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Provinsi Jambi, Tagor Mulia Nasution, mengatakan perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam mendukung pelestarian daerah aliran sungai melalui penguatan riset, edukasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, Forum DAS berharap dosen dan mahasiswa UNJA dapat terlibat aktif dalam berbagai program penelitian, penyuluhan, hingga aksi nyata di lapangan guna meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kelestarian sungai.
“Kami berharap sinergi ini diwujudkan melalui berbagai program yang melibatkan sivitas akademika dan masyarakat. Pelestarian daerah aliran sungai akan lebih efektif apabila didukung partisipasi seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Tagor juga menyoroti menurunnya kualitas air sungai yang berdampak pada meningkatnya biaya pengolahan air bersih. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alasan penting untuk memperkuat edukasi lingkungan sekaligus mendorong lahirnya komunitas-komunitas peduli sungai di Provinsi Jambi.
Melalui kerja sama ini, UNJA dan Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Provinsi Jambi berkomitmen membangun kolaborasi berkelanjutan yang tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga menghasilkan inovasi, penelitian, dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian daerah aliran sungai serta mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan di Provinsi Jambi. (*)





Tinggalkan Balasan