“Sudah ada dashboardnya, setiap hari. Kita punya tim yang mendata berapa banyak yang nonton di setiap venue dan berapa perputaran ekonomi yang tumbuh setiap kali nobar. Angkanya sampai miliaran,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil rekapitulasi sampai 10 Juli 2026, terdata 30 lokasi nonton bareng komersil dan 53 non komersil, tersebar di 11 kabupaten/kota.

Selain itu, pihaknya memberikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan forum komunikasi pimpinan daerah telah memfasilitasi kegiatan nonton bareng, sesuai arahan pusat melalui surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Nonton bareng ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat.

“Mudah-mudahan UMKM kita di Jambi akan hidup dan menerima manfaat dari siaran piala dunia,” pungkasnya. (*)

Baca juga:  Turun Langsung ke Danau Sipin, Menteri LH Tekankan Gerakan Bersih Tak Boleh Sekadar Seremonial