TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jambi kembali menggelar aksi unjuk rasa untuk keenam kalinya pada Jumat (10/7/2026) dengan mengusung jargon “The Rebellion Never Dies”.
Aksi tersebut menjadi penegasan bahwa gerakan mahasiswa tidak akan berhenti mengawal berbagai persoalan publik yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian serius dari para pemangku kebijakan.
Dalam aksi jilid VI tersebut, GMNI Jambi membawa tujuh plus satu tuntutan yang memuat berbagai persoalan strategis, mulai dari pengawasan terhadap jalannya pemerintahan hingga tuntutan agar DPRD Provinsi Jambi menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.
Kedatangan massa aksi disambut langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi, , didampingi Wakil Ketua II, dan Wakil Ketua III, beserta jajaran DPRD lainnya.
Namun, GMNI Jambi menyoroti absennya Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Partai Golkar, yang tidak hadir menemui massa aksi. Padahal, salah satu tuntutan utama GMNI Jambi adalah meminta klarifikasi secara terbuka terkait pernyataannya beberapa waktu lalu yang mengaku “pasang badan” untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sempat memicu polemik di tengah masyarakat.
Ketua DPC GMNI Jambi, Ludwig Syarif Sitohang, menilai absennya Ivan Wirata justru menimbulkan tanda tanya di tengah publik.
“Kami sangat menyayangkan absennya Saudara Ivan Wirata ketika tuntutan kami secara langsung meminta klarifikasi atas pernyataan beliau mengenai MBG. Seharusnya sebagai pimpinan DPRD yang menjadi representasi rakyat, beliau hadir dan memberikan penjelasan secara terbuka, bukan justru memilih tidak menemui massa aksi. Sikap seperti ini hanya akan memperkuat kesan bahwa ada keengganan untuk mempertanggungjawabkan pernyataan yang telah disampaikan kepada publik,” tegas Ludwig.
Selain itu, GMNI Jambi juga menegaskan kepada Ketua DPRD Provinsi Jambi agar seluruh tuntutan yang disampaikan tidak berhenti sebagai seremonial penerimaan aspirasi semata.
“Kami meminta Ketua DPRD Provinsi Jambi agar segera menindaklanjuti seluruh tuntutan yang telah kami sampaikan. Secara khusus kami mendesak DPRD menggunakan fungsi pengawasannya dengan memanggil Gubernur Jambi untuk memberikan penjelasan terkait munculnya nama yang bersangkutan dalam perkara dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Dinas Pendidikan. DPRD tidak boleh bersikap pasif terhadap persoalan yang menjadi perhatian publik,” lanjut Ludwig.
Menurut Ludwig, aksi bertajuk “The Rebellion Never Dies” merupakan simbol bahwa perjuangan mahasiswa akan terus berlanjut selama masih terdapat persoalan tata kelola pemerintahan, transparansi, dan akuntabilitas yang belum dijawab secara terbuka oleh para pejabat publik.
“Bagi kami, perlawanan tidak berhenti di jalan. Perlawanan adalah komitmen untuk terus mengawal kepentingan rakyat. Selama masih ada persoalan yang tidak diselesaikan secara terbuka dan bertanggung jawab, GMNI Jambi akan terus hadir sebagai kekuatan moral yang mengingatkan para pemegang kekuasaan agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat,” Pungkasnya.
GMNI Jambi menegaskan akan terus mengawal perkembangan tindak lanjut atas seluruh tuntutan yang telah disampaikan kepada DPRD Provinsi Jambi. Apabila tidak terdapat langkah konkret dalam waktu yang wajar, organisasi menyatakan siap kembali menggelar aksi lanjutan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah. (*)





Tinggalkan Balasan