Untuk memastikan wilayah tetap bebas dari potensi kebakaran berulang, Brigjen TNI Nyamin juga melakukan patroli udara ke sejumlah kawasan rawan, termasuk wilayah gambut di Sungai Gelam dan Kumpeh.
Patroli udara maupun darat dilakukan secara intensif setiap hari. Pada pagi hari, tim memverifikasi lokasi bekas pemadaman, sedangkan pada sore hari patroli difokuskan untuk memantau potensi aktivitas pembakaran lahan secara ilegal.
Sebagai solusi jangka panjang, Brigjen TNI Nyamin mengimbau masyarakat agar meninggalkan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah memfasilitasi pinjaman alat berat bagi masyarakat yang ingin membuka lahan pertanian secara lebih aman dan ramah lingkungan.
“Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan perusahaan untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan sekali-kali membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di kawasan gambut karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan sangat sulit dipadamkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Satgas Karhutla Provinsi Jambi akan terus bersiaga selama 24 jam untuk merespons setiap titik api yang muncul demi menjaga kualitas udara, melindungi lingkungan, serta memastikan stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga.
“Satgas siap hadir 24 jam untuk merespons titik api demi memastikan kualitas udara dan stabilitas ekonomi Provinsi Jambi tetap terjaga,” pungkas Brigjen TNI Nyamin. (*)





Tinggalkan Balasan