Upaya pemadaman melibatkan sekitar 50 personel Satgas Karhutla yang terdiri atas unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, pihak perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat setempat. Penanganan dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan didukung operasi water bombing, patroli udara, serta proses pendinginan menggunakan sumber air dari sekat kanal dan embung yang telah disiapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
Dalam kesempatan tersebut, Kasrem 042/Gapu menginstruksikan seluruh personel agar selalu mengutamakan keselamatan selama bertugas, memastikan proses pendinginan dilakukan secara maksimal hingga benar-benar tidak ada titik api yang tersisa, meningkatkan patroli dan deteksi dini, serta terus memperkuat sinergi seluruh unsur Satgas Karhutla.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Satgas Karhutla juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani.
Satgas Karhutla Provinsi Jambi menegaskan komitmennya untuk terus menjaga wilayah Jambi dari ancaman kebakaran hutan dan lahan melalui upaya pencegahan, deteksi dini, serta penanganan cepat bersama seluruh pemangku kepentingan. (*)





Tinggalkan Balasan