TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Rumah Kreatif Tempoa bekerja sama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Provinsi Jambi resmi membuka Parade Budaya, Seni, dan Film (PRABU SEDAFI) 2026 di Graha Tempoa, Kota Jambi, Rabu (22/7/2026) malam.

Mengusung tema “Cerita Wastra – Budaya Nusantara”, PRABU SEDAFI menjadi wadah bagi para pelaku seni, budaya, film, kriya, dan industri fashion untuk menampilkan karya sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, pimpinan Rumah Kreatif Tempoa, Rachmadi A., mengatakan PRABU SEDAFI merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku industri kreatif.

Yang mana, pada Tahun ini akan dilaksanakan selama lima hari yaitu pada 22 Juli – 26 Juli 2026.

“PRABU SEDAFI merupakan agenda tahunan yang menghadirkan perpaduan budaya, seni, dan film. Porsi kegiatan didominasi budaya dan seni sekitar 60 persen, sementara film 40 persen,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya di Jambi.

“Jambi tidak pernah kekurangan talenta-talenta luar biasa. Kami berharap para pelaku seni dan budaya terus berkarya dan bersama-sama membangun industri kreatif daerah,” katanya.

Baca juga:  Hesti Haris Dorong Gerakan Jambi Bersholawat Jadi Budaya, Bentengi Generasi dari Tantangan Digital

Pada kesempatan itu juga, seniman yang kerap disapa coach RA tersebut juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap pengembangan seni kriya dan fashion di Provinsi Jambi.

“Kalau kuliner kan sudah cukup sering di sorot, melalui bazar UMKM dan lainnya. Tetapi dua sektor ini masih butuh perhatian kita bersama guna lahirnya industri kreatif yang mendongkrak perekonomian Provinsi Jambi,” pungkasnya.

Seorang model sedang memeragakan busananya (fashion show). Dok. Ados Sianturi

Sementara itu, Ketua DPD APPMI Provinsi Jambi, Winda Bachtiar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi atas dukungan terhadap perkembangan industri kreatif.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur Jambi atas dukungan, perhatian, dan komitmennya terhadap pengembangan fashion, seni, dan film sehingga kami semakin bersemangat untuk terus berkarya dan meningkatkan daya saing,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara APPMI dan PRABU SEDAFI yang menghadirkan berbagai subsektor ekonomi kreatif dalam satu panggung.

“Kami berharap kolaborasi antara pelaku UMKM, seni, film, dan fashion dapat terus terjalin bersama Pemerintah Provinsi Jambi sehingga mampu menghadirkan produk-produk lokal yang berkualitas dan semakin dicintai masyarakat,” katanya.

Baca juga:  Hadiri Evaluasi 10 Program Pokok PKK, Hesti Haris Soroti Keberagaman Agama yang Harmonis di Sungai Nibung 

Adapun PRABU SEDAFI kali ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesti Haris yang dikenal sebagai sosok yang terus pro aktif dalam mendukung kemajuan seni dan budaya di Provinsi Jambi.

Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesti Haris (tengah) saat resmi membuka PRABU SEDAFI 2026. [Dok. Ados Sianturi]
“Dengan dibukanya acara ini semoga terus  menginspirasi dan bersama-sama menunjukkan kekayaan budaya Melayu Provinsi Jambi,” tuturnya.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh pengunjung untuk terus bangga akan budaya Melayu Jambi.

“Jambi ini mantap, lain dari daerah lain. Kita punya Lembaga Adat Melayu yang seharusnya mampu mendorong kelestarian adat dan budaya kita, itu harus kita manfaatkan,” ungkapnya.

Dalam momentum yang sama, Hesti juga melakukan pengukuhan Asosiasi Penjahit Busana Jambi (APBJ) yang ditandai dengan penyematan pin secara simbolis kepada perwakilan pengurus.

Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesti Haris saat mengukuhkan APBJ dengan simbolis penyematan pin. [Dok. Ados Sianturi]
Hesti berharap kehadiran APBJ yang diketahui sudah beranggotakan 200 orang di seluruh Provinsi Jambi nantinya akan menjadi bagian penting dalam pengembangan industri kreatif, khususnya di bidang fashion dan kriya.

Baca juga:  Ketua TP PKK Provinsi Jambi Dorong Penguatan Peran Perempuan dalam Pembangunan Daerah

“Mudah-mudahan APBJ menjadi warisan bagi perkembangan industri kreatif di bidang fashion dan kriya. Kita berharap APBJ dan menjadi garda dalam kemajuan kriya dan fashion di Provinsi Jambi,” pungkasnya.

Adapun pada hari pertama pelaksanaan, PRABU SEDAFI menampilkan tarian kolosal yang dibawakan sekitar 40 penari dengan berbagai tarian tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia.

Selain itu, sebanyak 60 model, mulai dari remaja hingga dewasa, memperagakan busana karya para desainer Jambi yang mengangkat motif-motif tradisional dengan sentuhan modern dan artistik.

Tak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, PRABU SEDAFI 2026 juga akan menghadirkan beragam kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat selama penyelenggaraan.

Mulai dari Pameran Kriya, Wastra & Fashion, stand budaya, festival kuliner, bazar UMKM, fashion show, screening dan bedah film, workshop melukis, workshop kriya, workshop make up, story telling, parenting class, dialog budaya, hingga talkshow Bebibeba.

Beberapa model usai peragakan busana hasil karya salah satu designer Jambi. [Dok. Ados Sianturi]
Tak ayal, antusiasme masyarakat pun tak terbendung. Hal itu terlihat disepanjang kegiatan di hari pertama yang mana pengunjung memadati lokasi acara hingga seluruh rangkaian pembukaan berakhir.

Turut hadir dalam pembukaan Prabu Sedafi 2026 antara lain Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi, serta perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi. (AAS)