“Keselamatan kawasan ini tidak bisa hanya dijaga oleh kepolisian atau Pertamina saja. Dibutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Jangan menunggu terjadi musibah baru kita bertindak,” ujarnya.

Kapolsek menambahkan, kepolisian mendukung koordinasi antara Pertamina dan Pemerintah Kota Jambi dalam penataan kawasan di sepanjang koridor jalur pipa sesuai ketentuan yang berlaku guna mendukung mitigasi risiko dan perlindungan masyarakat.

Sementara itu, Field Manager Pertamina EP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo, menjelaskan bahwa Pertamina EP Jambi menerima informasi mengenai adanya aliran minyak pada saluran drainase di kawasan Jalan Surya Darma Km 9, Kenali Asam, Kota Jambi. Setelah menerima laporan tersebut, perusahaan segera mengerahkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, ditemukan adanya kebocoran pada salah satu titik pipa trunkline yang menyalurkan produksi dari MGS KAS menuju MOS Tempino di sekitar kawasan Puskesmas Pal 10.

“Terdapat dugaan indikasi tindakan pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan kerusakan pada pipa minyak tersebut. Dugaan tersebut masih dalam proses investigasi lebih lanjut oleh perusahaan bersama instansi terkait untuk memastikan penyebab kejadian,” jelas Triyo.

Sebagai langkah penanganan, tim teknis berhasil menghentikan kebocoran melalui pemasangan repair clamp pada titik terdampak. Selanjutnya, dilakukan pemantauan untuk memastikan kondisi pipa tetap aman dan penanganan berjalan optimal.

Sejalan dengan penanganan teknis tersebut, Pertamina EP Jambi juga melakukan upaya pemulihan lingkungan melalui penyedotan minyak yang keluar serta pembersihan saluran drainase terdampak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa maupun dampak langsung terhadap permukiman masyarakat. Pertamina EP Jambi juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam proses penanganan serta penyelidikan. Keselamatan masyarakat, pekerja, dan perlindungan lingkungan tetap menjadi prioritas utama perusahaan,” ujar Triyo.

Pertamina EP Jambi mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan fasilitas migas sebagai aset strategis negara. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu atau merusak fasilitas operasi, termasuk mendirikan bangunan, melakukan penggalian, maupun aktivitas lainnya di atas koridor jalur pipa tanpa koordinasi dengan pihak berwenang.

Apabila menemukan indikasi kebocoran atau aktivitas mencurigakan di sekitar jaringan pipa, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada Pertamina atau aparat berwenang.

Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, diharapkan keamanan infrastruktur migas, keselamatan masyarakat, perlindungan lingkungan, serta keberlangsungan pasokan energi nasional dapat terus terjaga. (*)