“Kami merasa punya tantangan sekaligus kesempatan karena Jambi menjadi salah satu dari 16 provinsi yang tampil di putaran nasional. Target kami jelas, yaitu juara. Setiap hari perkembangan pemain kami pantau, laporan latihan dan video juga kami kirim sebagai bahan evaluasi,” katanya.
Cecep menjelaskan proses pembentukan tim dilakukan secara terbuka. Sebanyak 192 pemain mendaftarkan diri melalui media sosial dan barcode pendaftaran yang disebarkan ke berbagai klub sepak bola. Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, akhirnya terpilih 23 pemain terbaik.
“Seleksi dilakukan murni berdasarkan kemampuan. Banyak yang menitipkan pemain, tetapi kami tetap berpegang pada kualitas. Kalau ada kader PDI Perjuangan yang lolos, itu karena memang memiliki kapasitas,” tegasnya.
Persiapan tim dimulai sejak 6 Juni 2026. Hingga menjelang keberangkatan, Banteng Jambi United telah menjalani 32 kali sesi latihan dan 10 pertandingan uji coba. Dari seluruh pertandingan tersebut, mereka hanya sekali menelan kekalahan, yakni saat menghadapi PS Kota Jambi yang diperkuat pemain-pemain senior.
Selain mengikuti Soekarno Cup 2026, Banteng Jambi United juga diproyeksikan menjadi wadah pembinaan pemain muda di Provinsi Jambi. Manajemen menyatakan program pembinaan tersebut akan terus dibuka secara berkelanjutan.
Dengan persiapan yang matang serta dukungan penuh dari DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Banteng Jambi United optimistis mampu mengharumkan nama Jambi di ajang Soekarno Cup 2026 sekaligus mewujudkan target membawa pulang gelar juara. (*)




Tinggalkan Balasan