TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Anggota Komisi V DPR RI, Dr. Edi Purwanto, menginisiasi rapat pembahasan data dan informasi sebagai kelengkapan usulan penanganan pembangunan jalan dua jalur Mendalo, tepatnya ruas Jalan Simpang Mendalo –Exit tol Pijoan (Stadion Swarnabhumi).
Rapat tersebut digelar di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi, Kamis (7/5/2026).
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut usulan penanganan jalan dua jalur pada ruas Simpang Mendalo – Exit tol Pijoan yang dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya volume kendaraan dan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Edi Purwanto mengatakan pembahasan difokuskan pada rencana pembangunan jalan dua jalur mulai dari exit Tol Pijoan (stadion swarnabhumi) hingga perbatasan Kota Jambi.
“Urgensinya adalah di kawasan tersebut terdapat dua kampus besar yakni Universitas Jambi (UNJA) dan UIN STS Jambi. Ada juga SMA Negeri 1 Muaro Jambi, SMA Titian Teras, MAN Insan Cendekia, serta Stadion Swarnabhumi bertaraf internasional,” ujar Edi Purwanto.
Menurutnya, jumlah mahasiswa di UNJA dan UIN STS Jambi saat ini hampir mencapai 57 ribu orang sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur jalan yang memadai.
“Karena itu, kita anggap ini program extraordinary dan harus segera dilakukan percepatan-percepatan. Tahun ini insyaallah akan dilakukan feasibility study (FS), dan Detail Engineering Design (DED)-nya juga akan kita ikhtiarkan selesai tahun ini, meskipun sebelumnya direncanakan pada 2027,” katanya.
Menurutnya exit tol Pijoan adalah etalase Provinsi Jambi yang akan dilewati oleh warga dari berbagai daerah.
“Sebagai etalase Jambi, kita harus benar-benar tata. Ini harus dilakukan secara gotong royong oleh semua pihak agar bisa terlaksana dengan baik,” katanya.
Lebih jauh, ia juga mengungkapkan adanya pembebasan lahan guna menyukseskan program ini.
“Kami berharap tidak ada masalah saat pembebasan lahan dan berharap semua stakeholder bersinergi dan pengertian masyarakat agar pembangunan jalur dua ini dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPJN Jambi, Dedy Hariadi, memaparkan berdasarkan data survei kondisi jalan Semester II Tahun Anggaran 2025, panjang jalan nasional di Kabupaten Muaro Jambi mencapai 136,76 kilometer dengan tingkat kemantapan sepanjang 131,25 kilometer atau sebesar 95,96 persen.
Sedangkan untuk ruas Jalan batas Kabupaten Muaro Jambi/Kabupaten Batanghari–Simpang Mendalo Darat memiliki panjang 12,69 kilometer dengan tingkat kemantapan sebesar 93,41 persen dan kerusakan ringan sepanjang 0,84 kilometer.
Dedy menegaskan bahwa penambahan jalur dua pada ruas batas Kota Jambi (Simpang Rimbo) hingga Simpang Mendalo–Pijoan merupakan kebutuhan penting karena jalan tersebut memiliki fungsi strategis.
“Ruas ini merupakan bagian dari Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan arah Riau dan lintas penghubung menuju Lintas Tengah Sumatera ke arah Sumatera Barat. Selain itu, segmen Mendalo Darat–Simpang Sungai Duren juga menjadi penghubung dua perguruan tinggi negeri, yakni UNJA dan UIN STS Jambi,” jelasnya.
Ia juga menyebut ruas tersebut merupakan jalur angkutan batu bara sekaligus penghubung vital antara Jalan Tol Trans Sumatera dengan pusat kegiatan di Kota Jambi.
Senada dengan itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, menilai pembangunan jalan dua jalur tersebut sangat mendesak karena ruas tersebut menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.
“Urgensinya kami anggap sangat serius, terutama pada ruas Simpang Mendalo sampai Swarnabhumi Pijoan,” ujarnya.
Menurut Benny, ada tiga indikator utama yang membuat pembangunan jalan dua jalur harus segera direalisasikan, yakni faktor waktu, titik keramaian, dan blackspot atau titik rawan kecelakaan.



Tinggalkan Balasan