Nasabah adalah pemilik sejati Bank 9 Jambi. Setiap kali kita menabung, bertransaksi, atau mengambil kredit di Bank 9 Jambi, kita sedang ikut membangun daerah kita sendiri. Uang yang kita titipkan tidak akan lari ke Jakarta. Ia akan kembali lagi dalam bentuk jalan, sekolah, dan lapangan kerja di Jambi.
Ketiga, dengan dukungan pengawasan.
Kebanggaan tidak boleh membuat kita buta. Justru karena kita bangga, kita harus ikut mengawal. Kawal tata kelolanya agar bersih. Kawal pelayanannya agar prima. Kawal digitalisasinya agar aman dan modern. Kritik membangun adalah bentuk cinta paling tulus kepada Bank 9 Jambi.
Hari ini Bank 9 Jambi sedang berbenah. Digitalisasi layanan dipercepat. Jangkauan ke desa-desa diperluas. Produk untuk UMKM terus diinovasi. Ini semua adalah tanda bahwa benteng ini sedang diperkuat, bukan ditinggalkan.
Mari kita berhenti berpikir bahwa Bank Daerah itu “bank nomor dua”. Pola pikir itu harus kita buang. Bank 9 Jambi adalah bank nomor satu untuk Jambi. Titik.
Karena pada akhirnya, tidak ada orang luar yang akan sepeduli kita terhadap masa depan Jambi. Tidak ada bank luar yang akan se rela Bank 9 Jambi membiayai mimpi-mimpi kecil di pelosok daerah.
Bank 9 Jambi adalah milik kita. Kebanggaan kita. Dan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan membesarkannya.
Selama Bank 9 Jambi berdiri tegak, maka kemandirian ekonomi Jambi akan tetap berdiri. Dan selama kita bersatu mendukungnya, maka Jambi akan terus maju dengan kekuatannya sendiri. (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan