Diza berharap keterlibatan berbagai pelaku usaha tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat, terutama melalui peningkatan transaksi dan perputaran ekonomi selama festival berlangsung.

“Di balik penyelenggaraan festival ini ada pelaku kuliner, UMKM, pengrajin, seniman, komunitas, dan berbagai pelaku usaha lainnya. Dengan demikian, diharapkan terjadi perputaran ekonomi di masyarakat,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Diza berharap kegiatan tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari ekosistem budaya, pariwisata, serta ekonomi kreatif di Kota Jambi.

“Kegiatan ini diharapkan bukan hanya menjadi acara tahunan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif Kota Jambi,” tegasnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat juga disuguhkan beragam kegiatan lainnya, mulai dari olahraga, panjat pinang, musik hiburan, hingga layanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariani Yanti. [Dok.Istimewa]
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariani Yanti, berharap melalui Festival Layang-Layang dan Jajanan Bengen tersebut, Pemkot Jambi dapat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk merawat dan memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda.

“Sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, dia berharap semangat tersebut dapat memperkuat identitas Kota Jambi sebagai daerah yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga terus menjaga budaya dan tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. (*)