“Kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang untuk belajar menyulam, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam merawat pengetahuan, keterampilan, dan warisan budaya agar terus hidup lintas generasi,” kata Angelina.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026, Kantor Camat Pelayangan, para narasumber dan pendamping, seluruh peserta, panitia, mitra, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, waktu, dan kepercayaan hingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.
Angelina berharap kebersamaan dan pengetahuan yang diperoleh selama workshop tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.
Ia juga berharap setiap ilmu yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan, sementara karya yang dihasilkan mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang.
“Semoga kebersamaan yang terjalin tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Semoga setiap ilmu yang diperoleh terus dikembangkan, setiap karya mendapat ruang untuk tumbuh, dan sulam benang emas tetap menjadi kebanggaan yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” harapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Pelayangan Kota Jambi, H. Gazali, M.E.
Sementara itu, workshop menghadirkan Zuhriyati dan Eka Hartati sebagai narasumber yang memberikan materi serta pendampingan kepada para peserta selama kegiatan berlangsung. (AAS)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan