Polisi kemudian melakukan pendalaman dengan meminta keterangan sejumlah saksi, dokter yang menangani korban, serta terduga pelaku.
Jenazah korban selanjutnya menjalani autopsi di RS Bhayangkara Polda Jambi oleh dokter forensik. Polisi juga berkoordinasi dengan Unit Identifikasi dan Unit PPA Satreskrim Polresta Jambi dalam penanganan perkara tersebut.
Saat ini, terduga pelaku yang masih berstatus anak telah diamankan di Polsek Telanaipura. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa serta penyebab meninggalnya korban.
“Kasusnya masih dalam penyelidikan. Karena melibatkan anak, penanganannya juga dilakukan sesuai ketentuan dan kami berkoordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polresta Jambi,” tutup Edy.
Sementara itu, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Zulafni, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Ia menyebut peristiwa yang menimpa korban terjadi setelah jam sekolah.
“Kejadian di luar jam sekolah. Kami dari Dinas, Kadis, Kabid, Kasi, Kepsek SMPN 17 dan guru, serta Kepsek MTsN Labor sudah melayat ke rumah duka bersama Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi Bapak Martua Siregar,” ujar Zulafni, Sabtu (22/8/2026).
Kata Zulafni, jajaran Dinas Pendidikan Kota Jambi juga turut mendampingi keluarga hingga proses pemakaman korban.
Ia mengatakan, pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, pihaknya bersama warga, guru, dan siswa ikut mengantar korban ke tempat pemakaman. (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan