“Tentu yang pertama memperkaya produk dari prodi Teknik di Universitas Jambi, lalu yang kedua menjadi partner dari perusahaan-perusahaan yang ada di Jambi, baik yang sifatnya multinasional, misalnya seperti Toyota, dan juga berguna pada pengembangan produk Jambi, seperti kelapa sawit, pertambangan batu bara, dan pertambangan-pertambangan lainnya yang sangat membutuhkan alumni-alumni dari Teknik Mesin Universitas Jambi,” ujar Drs. Jefri Marzal dikutip dari unja.ac.id.

Dengan hadirnya Program Studi S1 Teknik Mesin, UNJA menargetkan lulusan yang siap bersaing di sektor industri, baik perusahaan multinasional maupun sektor unggulan daerah seperti perkebunan kelapa sawit dan pertambangan.

Selain persetujuan pembukaan prodi baru tersebut, Rapat Senat juga menyetujui kenaikan jabatan akademik 111 dosen ke jenjang Lektor, serta membahas pertimbangan SK Rektor mengenai Penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi calon dosen dan dosen dari kalangan rumah sakit.

Ketiga keputusan tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan UNJA ke depan, khususnya dalam memperluas akses program studi berbasis kebutuhan industri, sekaligus memperkuat kualitas dosen dan pemerataan akses pendidikan bagi tenaga pengajar dari kalangan profesional. (*)