“Kami benar-benar berterima kasih dengan kegiatan PPK ORMAWA ini. Alhamdulillah sudah berjalan beberapa bulan dan ini merupakan wujud dari kesuksesan mahasiswa dalam menjalankannya. Kami dari pemerintah Sungai Gelam tentu terus mendukung dan melanjutkan kegiatan ini,” ujar Agustiar.
Dosen Pembimbing Lapangan, Sri Rahmah Ramadhoni, M.Pd., menjelaskan bahwa esensi dari pengabdian ini bertumpu pada program PINTAR (Pojok Informasi dan Literasi Digital Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Mencegah Pernikahan Dini di Desa Sungai Gelam). Program ini diwujudkan melalui tiga pilar pojok digital:
1) Pojok GEN-READY (Generasi Sehat, Reproduktif, Edukatif, dan Berdaya): Membentuk komunitas relawan remaja “Duta PINTAR” sebagai penggerak utama pencegahan pernikahan dini.
2) Pojok GELAM SADAR (Sadar Aturan dan Religi): Pembelajaran non-formal yang diakhiri dengan Deklarasi pembacaan pakta integritas masyarakat.
3) Pojok GELAM BISA (Gelam Bisnis dan Keterampilan Digital): Pemberdayaan ekonomi melalui launching bisnis dan pameran usaha warga.
Rangkaian acara dibuka dengan senam, karnaval, dan jalan santai bersama masyarakat, lalu dimeriahkan penampilan Tari Kreasi dari Sanggar Tari Desa Sungai Gelam dan pementasan musikal. Bupati bersama jajaran pengurus dan pegiat media sosial turut menjelajahi stan UMKM untuk mempromosikan produk lokal secara online. Acara ini juga diisi peluncuran relawan Duta Pintar, pembagian hadiah lomba ibu-ibu PKK, serta pengundian doorprize sepanjang acara.
Melalui sinergi PPK Ormawa OKGI UNJA dan warga Sungai Gelam, program ini tidak hanya menyelesaikan masalah sosial pernikahan dini, tetapi juga berhasil membangun fondasi ekosistem desa cerdas berbasis literasi digital. (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan