Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin selaku unsur pimpinan Satgas juga terus mendorong kesiapan personel dan sarana pendukung di lapangan.
Penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan bara api di dalam tanah, khususnya pada lahan gambut, benar-benar padam.
Langkah tersebut sejalan dengan perkembangan penanganan karhutla Jambi yang saat ini mengedepankan operasi terpadu darat dan udara.
Pemerintah juga masih melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dengan potensi awan hujan dipantau hingga awal September sebagai bagian dari dukungan terhadap penanganan karhutla.
Rakor tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Jambi, Kajati Jambi, Wakapolda Jambi, jajaran Forkopimda Provinsi Jambi, serta unsur terkait lainnya.
Melalui Rakor tersebut, seluruh unsur sepakat untuk terus memperkuat koordinasi, mempercepat respons terhadap titik api, meningkatkan patroli dan pencegahan, serta memastikan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Pesan utama yang ditegaskan dalam Rakor adalah karhutla di Jambi harus dikendalikan secara bersama. Tidak ada ruang untuk bekerja sendiri-sendiri.
Setiap titik api harus segera ditangani agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat, kesehatan, lingkungan, serta aktivitas sosial dan ekonomi. (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan