Namun di tengah berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, Gubernur Al Haris mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya melakukan ikhtiar secara lahiriah, tetapi juga memperkuat ikhtiar batin dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT.

“Melalui Salat Istisqa ini, kita bermunajat dan memohon pertolongan Allah SWT, karena pada akhirnya tidak ada yang mampu menolong kita selain Allah. Kita berdoa semoga Provinsi Jambi senantiasa dilindungi, dijauhkan dari bencana, dan segera diberikan hujan yang membawa keberkahan serta manfaat bagi seluruh masyarakat Jambi,” tambahnya.

Gubernur Al Haris juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dan menggunakan sumber daya air secara bijak selama kondisi kemarau. Menurutnya, upaya menghadapi dampak kemarau membutuhkan kepedulian bersama, termasuk dalam mencegah terjadinya karhutla.

Pemprov Jambi bersama pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta berbagai pihak terkait terus melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kemarau dan potensi karhutla.

Salat Istisqa ini menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Jambi untuk bersama-sama memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT. Di tengah kemarau yang berkepanjangan, doa dipanjatkan agar hujan segera turun, mengakhiri kekeringan, memulihkan kualitas udara, serta memberikan kesejukan dan keberkahan bagi seluruh wilayah Provinsi Jambi.

Gubernur Al Haris berharap hujan yang dinantikan segera turun dan menjadi rahmat bagi masyarakat, pertanian, lingkungan, serta seluruh kehidupan di Provinsi Jambi. (*)