TANYAFAKTA.CO, JAMBI –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi kembali memperluas manfaat program pembinaan warga binaan melalui peresmian Gerai Pemasyarakatan di Koperasi Desa Merah Putih, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (27/8/2026) lalu.

Gerai Pemasyarakatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Lapas Kelas IIA Jambi dengan Koperasi Desa Merah Putih Bukit Baling, sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan dan memasarkan berbagai produk hasil karya warga binaan kepada masyarakat. Kehadiran gerai ini menjadi langkah nyata dalam membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk pembinaan sekaligus memperkenalkan potensi dan keterampilan warga binaan kepada masyarakat.

Peresmian dihadiri oleh Kakanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar, Camat Sekernan Kalduni, Kabid PK Kanwil Ditjenpas Jambi Dimas Krisna Setiawan, Kalapas Kelas IIA Jambi Syahroni Ali, Kabapas Kelas I Jambi Dwi Santosa, Ka. LPP Kelas IIB Jambi Meita Eriza, Ka. LPKA Kelas II Muara Bulian J. Kasogi Surya Fattah, Danramil Sengeti Kapten Inf Kusnaidi, Kepala Desa Bukit Baling Robani, Ketua Kopdes Bukit Baling Satriono, serta para tamu undangan lainnya yang hadir.

Baca juga:  Kemenko Polkam Evaluasi Keamanan Siber di NTT, Rumuskan Strategi Perkuat Ekosistem Digital Daerah

Tidak hanya menjadi ruang pemasaran produk, pembukaan gerai juga diiringi dengan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian Lapas Kelas IIA Jambi terhadap masyarakat sekitar. Sebanyak 25 paket bantuan sosial berupa sembako dan sayuran hasil karya warga binaan dibagikan kepada warga sekitar Desa Bukit Baling.

Menariknya, sayuran yang turut dibagikan merupakan bagian dari hasil program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga binaan. Dengan demikian, hasil pembinaan tidak hanya memiliki nilai ekonomi melalui pemasaran di gerai, tetapi juga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Suasana peresmian semakin semarak dengan penampilan Metamorfosa Band Lapas Kelas IIA Jambi, yang merupakan bagian dari wadah pengembangan bakat dan kreativitas warga binaan. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada keterampilan kerja dan kemandirian, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi seni dan kreativitas.

Baca juga:  Ngeri! Dua Oknum Polisi Diduga Perkosa Remaja di Jambi, Korban Alami Trauma