TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus mengembangkan pertanian perkotaan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah program Semai Agrobiopori, yang mengintegrasikan pemanfaatan lahan pekarangan dengan pengolahan sampah organik rumah tangga.

Program tersebut mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan, lahan terbatas, maupun ruang terbuka di kawasan permukiman untuk membudidayakan berbagai tanaman pangan dan hortikultura. Di saat yang sama, sampah organik rumah tangga diolah menjadi bahan organik yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi, Evridal Asri, mengatakan keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan sektor pertanian. Karena itu, optimalisasi lahan yang tersedia di lingkungan masyarakat menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan.

Baca juga:  Lagi, Anak Shaleh Kota Jambi Kembali Pertahankan Juara Umum FASI Tingkat Provinsi Jambi

“Kita tidak memiliki lahan pertanian yang luas, sehingga lahan pekarangan, lahan terbatas, dan ruang terbuka di kawasan permukiman perlu dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian,” ujarnya di Jambi, Jumat (18/9/2026).

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Kota Jambi memiliki sekitar 511 hektare lahan pertanian, yang terdiri atas 459 hektare sawah dan 52 hektare lahan hortikultura.

Menurut Evridal, konsep Agrobiopori mengintegrasikan pertanian perkotaan dengan pengelolaan sampah organik rumah tangga melalui pemanfaatan lubang biopori. Sampah organik yang telah dipilah dari sumber dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik untuk membantu menyuburkan tanaman.

Pengembangan Semai Agrobiopori juga sejalan dengan upaya Pemkot Jambi dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).

Baca juga:  Diza Buka Pembekalan Pemagangan ke Jepang, Pemkot Jambi Targetkan 150 Pemuda Berangkat

Pendekatan tersebut mendorong pemilahan dan pengurangan sampah sejak dari sumber, khususnya di lingkungan rumah tangga.

Kota Jambi menghasilkan sekitar 445,78 ton sampah per hari. Kondisi tersebut menjadikan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah tangga sebagai bagian penting dalam mendukung penerapan program Semai Agrobiopori.