“Kami juga rutin menggelar Forum Komunikasi Publik (FKP) setiap tahun untuk menyerap aspirasi dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga pelaku usaha. Kami memastikan seluruh fasilitas layanan ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia, serta mengelola tim PPID secara optimal,” jelas Agus.

Guna mendukung perekonomian lokal, Balai POM di Jambi juga memberikan perhatian khusus bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Agus mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki program pendampingan bagi UMKM yang memiliki keterbatasan dana.

“Kami memberikan bantuan pengujian laboratorium kandungan makanan secara gratis bagi UMKM yang membutuhkan. Harapannya, produk mereka bisa dipastikan aman dan memiliki daya saing di pasaran,” tambahnya.

Baca juga:  Ombudsman RI Investigasi Dugaan Maladministrasi Program Internsip Dokter Usai 4 Dokter Muda Meninggal

Menanggapi pemanfaatan AI dan inovasi digital Balai POM, Saiful memberikan apresiasi positif. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesarnya adalah membangun kesadaran dan kepercayaan masyarakat agar mau aktif memanfaatkan saluran pengaduan yang ada.

“Pemanfaatan AI ini sangat bagus sebagai penambah kekuatan kerja. Tugas kita sekarang adalah meyakinkan masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan kendala. Ingat, pengawas utama pelayanan publik itu adalah masyarakat sendiri, dan Ombudsman hadir sebagai perantara perbaikan,” kata Saiful.

Melalui pertemuan ini, kedua pihak sepakat untuk terus memperketat pengawasan dan menindaklanjuti setiap masukan dari masyarakat demi mewujudkan pelayanan publik yang prima dan terpercaya di Provinsi Jambi. (*)