“Semoga pada tanggal yang telah diusulkan, kondisi cuaca dan udara di Kota Jambi sudah semakin baik. Untuk MTQ tingkat Provinsi Jambi tetap dilaksanakan pada 30 Oktober karena rangkaian kegiatannya sudah terjadwal dan melibatkan banyak cabang perlombaan,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Jambi beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jambi atas dukungan terhadap persiapan HCS 2026. Menurutnya, kehadiran berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan dalam rapat koordinasi tersebut memperkuat sinergi dalam menyukseskan agenda nasional itu.
“Alhamdulillah, hari ini Pak Gubernur hadir bersama Pak Wakil Gubernur, Pak Sekda, kepala biro, kepala dinas, para asisten, hingga unsur terkait lainnya. Ini merupakan bentuk dukungan dan penghargaan bagi kami sebagai tuan rumah yang dipercaya menyelenggarakan pertemuan Kabupaten/Kota Sehat se-Indonesia,” ujar Maulana.
Ia menjelaskan, salah satu pertimbangan utama pengusulan perubahan jadwal adalah informasi prakiraan cuaca dari BMKG. Berdasarkan pemaparan dalam rapat, potensi hujan diperkirakan mulai meningkat pada akhir Oktober, sehingga kondisi kabut asap pada jadwal awal kegiatan dikhawatirkan belum pulih secara optimal.
Atas pertimbangan tersebut, Pemkot Jambi akan menyampaikan surat kepada pemerintah pusat untuk mengusulkan perubahan jadwal. Dalam skema yang dibahas, 22 November direncanakan sebagai hari kedatangan peserta, sedangkan kegiatan utama berlangsung pada 23 November, dilanjutkan rangkaian kegiatan hingga 25 November 2026.
Maulana menambahkan, kesiapan HCS membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, terutama dalam memastikan kelancaran akses menuju lokasi kegiatan dan kesiapan titik-titik kunjungan. Pemkot Jambi juga akan melakukan pengecekan langsung terhadap rute yang akan dilalui para tamu.
Selain kesiapan acara, penyelenggaraan HCS diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan infrastruktur dan pergerakan ekonomi lokal.
“Kami berharap kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Melalui HCS, infrastruktur juga dapat dibenahi melalui kolaborasi pemerintah kota, provinsi, dan pusat, termasuk jalan menuju Sekolah Rakyat, kawasan Sijinjang, serta ruas jalan nasional lainnya,” jelasnya.
Menurut Maulana, kedatangan peserta dari berbagai daerah juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor kuliner, perhotelan, UMKM, hingga penjualan oleh-oleh khas Jambi.
“Dengan banyaknya tamu yang datang, tentu ada pergerakan ekonomi. Mereka membutuhkan makanan, penginapan, dan oleh-oleh. Karena itu, kami berharap masyarakat ikut mendukung dan bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik bagi saudara-saudara kita dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah konsulat jenderal telah mengonfirmasi rencana kehadiran dalam kegiatan tersebut. Pemkot Jambi akan terus mematangkan seluruh persiapan sembari menunggu persetujuan pemerintah pusat atas usulan perubahan jadwal.
Melalui koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemkot Jambi, dan seluruh pemangku kepentingan, pelaksanaan HCS ke-7 Tahun 2026 diharapkan dapat berlangsung lancar, memberikan kenyamanan bagi peserta, serta membawa manfaat bagi masyarakat dan pembangunan Kota Jambi. (*)




Tinggalkan Balasan