TANYAFAKTA.CO, PURWOKERTO – Universitas Jambi (UNJA) menorehkan dua prestasi dalam Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 yang berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Kontingen UNJA meraih Juara II Kirab Budaya dan Juara Harapan II Stand Up Comedy Kewirausahaan.
Dua penghargaan tersebut menunjukkan beragam kreativitas mahasiswa UNJA di tingkat nasional. Melalui Kirab Budaya, mahasiswa memperkenalkan tradisi Melayu Jambi, sementara Riskal Rinaldi, mahasiswa D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJA, mengangkat pengalaman sehari-hari sebagai mahasiswa wirausaha menjadi materi komedi.
Dalam kompetisi Kirab Budaya, delegasi UNJA menampilkan prosesi adat pernikahan Melayu Jambi yang diiringi lantunan dan tabuhan kompangan. Penampilan tersebut menggambarkan tradisi pernikahan yang sarat makna, mulai dari doa keselamatan hingga harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis.
Pasangan adat yang diperankan Sunia Ariska dan Billy Afdil menjadi pusat prosesi. Keduanya diiringi tabuhan kompangan oleh M. Alfatra, Rayhan Al Ghiffari, Billy Afdil, Riskal Rinaldi, dan Haidiril Fadli. Unsur pendukung, seperti pembawa bendera dan penaburan beras kunyit, turut memperkuat nuansa adat yang ditampilkan.
Penaburan beras kunyit menjadi salah satu bagian penting dalam prosesi. Beras yang dicampur kunyit tersebut dimaknai sebagai simbol doa keselamatan, penolak bala, serta harapan akan keberkahan dan kesejahteraan bagi pasangan pengantin.
Konsep dan koreografi penampilan dirancang oleh Muhammad Dino Saputra. Persiapan dilakukan selama satu minggu dengan memperhatikan keselarasan gerakan, tempo kompangan, formasi, kostum, dan penempatan unsur simbolik.
Tantangan utamanya adalah menyatukan seluruh elemen agar tampil harmonis sekaligus menyampaikan pesan budaya secara jelas kepada penonton dan dewan juri.
Kesungguhan tersebut mengantarkan UNJA meraih Juara II Kirab Budaya KMI Expo XVII 2026. Capaian ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan tradisi Melayu Jambi sekaligus menunjukkan bahwa warisan budaya dapat diolah menjadi bentuk kreativitas yang relevan di panggung nasional.
Riskal Rinaldi Bawa Cerita Mahasiswa Wirausaha ke Panggung Komedi
Di kategori berbeda, Riskal Rinaldi meraih Juara Harapan II Stand Up Comedy Kewirausahaan. KMI Expo XVII 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi stand up comedy, meskipun ketertarikannya terhadap dunia komedi telah tumbuh sejak kecil.
Sebelum mengikuti kompetisi, Riskal mengaku sempat ragu untuk tampil karena khawatir materi yang dibawakannya tidak mengundang tawa. Namun, kesempatan di KMI Expo mendorongnya untuk mencoba hingga akhirnya lolos seleksi dan masuk dalam 20 peserta yang tampil langsung di babak final.
Proses menyiapkan materi pun penuh tantangan. Salah satu gagasan awalnya berasal dari pengamatan terhadap kebiasaan pembeli yang menawar harga di pasar. Dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan, Riskal bahkan harus merevisi dan menulis ulang materi komedinya di dalam bus. Karena tidak membawa kertas, ia sempat menulis catatan di bungkus roti, yang kemudian hilang setelah dirinya tertidur.
Saat tampil di babak final, Riskal mengangkat berbagai pengalaman yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, termasuk ketika menawarkan pupuk TerraGrow kepada teman yang justru menawar harga produknya.
Ia juga menyelipkan celetukan berbahasa Jambi, “Pala otak kau,” saat menceritakan pengalaman tersebut. Penggunaan bahasa daerah itu menghadirkan kedekatan dengan keseharian masyarakat sekaligus memberikan warna lokal pada materi komedinya.
Selain cerita tentang berjualan, Riskal menyesuaikan materi dengan pengalaman personal, termasuk kisah mengenai namanya yang berkaitan dengan harapan orang tuanya dahulu untuk memiliki anak perempuan.
Persiapan menuju final dilakukan berulang kali sejak pengumuman peserta terpilih hingga hari penampilan. Riskal juga memperoleh masukan dari dosen dan rekan-rekan kontingen UNJA, termasuk kesempatan berlatih di hadapan Wakil Rektor.
“Saya mencoba melihat dunia kewirausahaan dari sisi yang sering kami alami sendiri sebagai mahasiswa. Ada proposal, jualan, revisi, presentasi, dan banyak hal yang sebenarnya serius, tetapi kalau dilihat dari sudut berbeda bisa menjadi bahan humor,” ungkap Riskal dikutip dari unja.ac.id.
Menurutnya, stand up comedy memiliki tantangan berbeda dibandingkan presentasi bisnis. Dalam pitching, peserta berusaha meyakinkan juri tentang potensi usaha, sedangkan dalam komedi, peserta harus membangun kepercayaan audiens terhadap cerita dan premis yang disampaikan agar humor dapat diterima.
Pengalaman pertamanya itu berbuah penghargaan. Riskal mengaku senang sekaligus terharu ketika namanya diumumkan sebagai peraih Juara Harapan II. Ia juga mengingat penilaian juri yang melihat dirinya memiliki karakter serta mulai berdamai dengan dirinya sendiri.
“Bagi saya, keduanya sama-sama menegangkan karena pitching TerraGrow dan stand up comedy adalah prioritas. Jadi, rasa cemasnya berlipat,” ujarnya.
Dari kompetisi tersebut, Riskal belajar untuk lebih berani berbicara di hadapan khalayak. Ia juga menyadari bahwa keberanian mencoba, kesungguhan berlatih, dan konsistensi merupakan bagian penting dalam mencapai hasil.
Kreativitas dan Identitas Lokal di Panggung Nasional
Prestasi Kirab Budaya dan Stand Up Comedy Kewirausahaan memperlihatkan dua bentuk kreativitas mahasiswa yang saling melengkapi. Kirab Budaya menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas dan nilai tradisi, sedangkan stand up comedy menunjukkan kemampuan mengolah pengalaman menjadi komunikasi yang menarik dan mudah diingat.
Dalam ekosistem kewirausahaan, kemampuan tersebut dapat mendukung pengembangan gagasan dan usaha. Produk tidak hanya membutuhkan kualitas dan strategi bisnis, tetapi juga komunikasi yang efektif agar nilai dan keunggulannya dapat dipahami masyarakat.
Melalui Kirab Budaya, UNJA membawa tradisi Melayu Jambi ke ruang pertemuan mahasiswa dari berbagai daerah. Sementara itu, melalui Riskal Rinaldi, UNJA menunjukkan bahwa pengalaman membangun usaha juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi kreativitas komunikasi.
Dua penghargaan tersebut menjadi bagian dari capaian kontingen UNJA di KMI Expo XVII 2026. Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan produk, penjualan, dan pengembangan bisnis, tetapi juga mencakup kemampuan bekerja sama, keberanian tampil, kreativitas, serta upaya memperkenalkan identitas daerah di tingkat nasional. (*)




Tinggalkan Balasan