“Akreditasi ini tentu saja bukan menjadi tujuan akhir. Artinya, bukan berarti kalau kita sudah terakreditasi, maka sudah selesai. Akreditasi ini hanya menjadi instrumen untuk memastikan dan menjadi ukuran keberhasilan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Hafrida menyampaikan bahwa akreditasi internasional diharapkan memperkuat daya saing UNJA di tingkat global.

“Dengan terakreditasi internasional, tentu saja ini menempatkan UNJA sebagai lembaga pendidikan tinggi yang semakin memiliki daya saing global. Kita tidak hanya berdaya saing di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga global. Dengan akreditasi ini, kita berharap akan semakin membuka peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak yang dapat meningkatkan produktivitas UNJA,” ungkapnya.

Baca juga:  Mandek 4 Tahun, BEM UNJA Gagal Fungsi

Untuk meningkatkan jumlah program studi terakreditasi, UNJA akan terus memperkuat koordinasi antara universitas, lembaga penjaminan mutu, dan program studi. Peningkatan akreditasi nasional maupun internasional menjadi salah satu target strategis universitas, yang didukung penguatan tata kelola, proses akademik, serta luaran penelitian yang berdampak bagi masyarakat.

Melalui capaian akreditasi ASIIN ini, UNJA berkomitmen terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan memperkuat reputasi universitas dan daya saing lulusan di tingkat global. (*)