TANYAFAKTA.CO, TAPANULI UTARA – Rapat Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang digelar di Seminarium Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, pada 27–30 Oktober 2025, menjadi ajang penting bagi ribuan pelayan Tuhan untuk menyuarakan keprihatinan moral dan ekologis. Sebanyak 2.007 pendeta HKBP menyampaikan pernyataan sikap bersama, yang salah satu poin utamanya mendesak pemerintah mencabut izin operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Adapun pernyataan sikap yang dibacakan oleh Pdt. Rintalori Sianturi, M.Th., didampingi Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, serta ribuan pendeta peserta rapat, Kamis (30/10/2025) sebagai berikut :

1. Sebagai ciptaan baru di dalam Kristus (2 Korintus 5:17), para Pendeta HKBP berkomitmen menolak segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan, ketidakadilan sosial, serta praktik-praktik yang merusak kehidupan manusia dan alam ciptaan.

Baca juga:  Ratusan Warga Desa Sungai Bungur Gelar Aksi Damai di Kejari Muaro Jambi