TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jambi menyoroti persoalan serius dalam pelayanan kesehatan di RSUD Raden Mattaher. GMNI menilai, pencopotan direktur utama rumah sakit tersebut oleh Gubernur Jambi tidak akan membawa perubahan signifikan jika tidak diikuti dengan reformasi sistemik dalam tata kelola pelayanan publik.

Ketua DPC GMNI Jambi, Ludwig Syarif Sitohang, menyampaikan bahwa berbagai keluhan masyarakat menunjukkan adanya kemunduran dalam pelayanan rumah sakit rujukan tertinggi di Provinsi Jambi. Banyak pasien justru dirujuk ke luar daerah, seperti ke Palembang dan Padang, akibat keterbatasan layanan dan lambannya penanganan di RSUD Raden Mattaher.

“Rumah Sakit yang beroperasi di daerah Provinsi seharusnya menjadi benteng terakhir masyarakat dalam mencari kesembuhan ataupun pemulihan, bukan pintu keluar menuju Rumah Sakit di Luar Provinsi. RSUD Raden Mattaher saat ini bukan sekedar butuh pergantian jabatan struktural (Direktur), namun dibutuhkan reformasi total. Kami mendorong agar Bapak Gubernur Jambi tidak berhenti di level rotasi jabatan, melainkan membenahi sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh”, ujar Ludwig dalam pernyataannya di Jambi, Sabtu (8/11/2025).

Baca juga:  Dukung Pemerintah, HK Tingkatkan Konektivitas dan Serap Ribuan Pekerja di Proyek Tol Betung-Tempino-Jambi

GMNI menilai, lambannya pelayanan di RSUD Raden Mattaher merupakan gejala dari kemandekan birokrasi dan lemahnya pengawasan publik. Pergantian direksi tanpa evaluasi struktural hanya akan menjadi kosmetik politik tanpa memperbaiki akar persoalan.

Organisasi mahasiswa yang berhaluan nasionalis ini menyerukan agar Pemerintah Provinsi Jambi segera mengambil langkah konkret:

1. Melakukan audit manajerial menyeluruh terhadap seluruh bidang pelayanan di RSUD Raden Mattaher.