TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di sekitar kita tidak terlepas dari kesalahan kesalahan kecil yang sering di sepelekan pengendara, contohnya seperti berkendara secara ceroboh, tidak menggunakan helm, melanggar aturan lalu lintas, kurang fokus, atau memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh tidak sehat maupun mengantuk. Tapi selain dari faktor manusia, kondisi lingkungan juga berperan besar dalam meningkatnya risiko kecelakaan di jalan raya.

Cuaca hujan yang kerap melanda beberapa wilayah membuat permukaan jalan menjadi licin dan mempercepat munculnya kerusakan. Jalan berlubang, tergenang air, berpasir, hingga bergelombang dapat mengurangi kontrol pengendara terhadap sepeda motor, sehingga meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan. Banyak kasus menunjukkan bahwa pengendara kehilangan keseimbangan atau kendali ketika melintasi jalan yang rusak tanpa persiapan yang tepat.

Baca juga:  Konsisten Dukung Kolaborasi Nasional, Sinsen Kembali Hadir di Pemagangan Nasional Batch 3

Assistant Manager Marketing Communication Sinsen, Frank Setia, menjelaskan bahwa ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan pengendara ketika melintasi jalan dengan kondisi buruk agar tetap aman di perjalanan.

Langkah pertama adalah mengurangi kecepatan. Ketika pengendara melewati jalan yang rusak, berlubang, atau berpasir, motor harus dikendalikan dengan kecepatan rendah. Membawa motor terlalu cepat pada kondisi jalan yang tidak stabil dapat membuat pengendara kehilangan kendali dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Langkah kedua adalah tetap fokus saat berkendara. Pengendara harus selalu memperhatikan kondisi jalan di depan untuk mengantisipasi lubang, permukaan tidak rata, atau polisi tidur yang tinggi. Serta untuk berhati-hati melewati genangan air, karena genangan sering kali menutupi lubang yang dalam dan tidak terlihat.

Baca juga:  Dealer Honda Motor di Jambi Perkuat Layanan Konsumen, Honda Care Jadi Solusi Andalan