TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Kepala BGN Dadan Hindayana dalam sambutannya di Balai Kota Jambi, Rabu (28/1/2026).
Dadan menjelaskan bahwa satu unit SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan atau setara Rp11–12 miliar per tahun, dengan sekitar 70 persen digunakan untuk pembelian bahan baku, di mana 95 persennya merupakan produk pertanian lokal.
“Ini harus dimanfaatkan untuk pergerakan ekonomi daerah. Jika rantai pasok dipenuhi oleh produksi pertanian setempat, dampaknya akan luar biasa bagi perekonomian,” ujar Dadan.
Sebagai ilustrasi, satu SPPG membutuhkan sekitar 5 ton beras per bulan, setara dengan 10 ton gabah hasil dari 2 hektar lahan padi perbulan, atau 24 hektare per tahun. Selain itu, satu SPPG rata-rata menyajikan 3.000 porsi MBG per hari, sehingga jika terdapat 100 SPPG, potensi perputaran dana di Kota Jambi dapat mencapai triliunan rupiah.
Program MBG juga berkontribusi signifikan dalam penyerapan tenaga kerja. Mayoritas pekerja SPPG berasal dari kalangan ibu rumah tangga berusia di atas 40 tahun yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap.
“Pendapatan mereka bisa mencapai Rp2 juta sampai Rp2,4 juta per bulan. Harapan saya ke depan tidak ada lagi ibu-ibu yang ingin menjadi pembantu rumah tangga karena mereka bangga bekerja di SPPG,” ungkap Dadan.




Tinggalkan Balasan