TANYAFAKTA.CO, BATANGHARI – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Batanghari sukses menggelar Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) pada Sabtu dan Minggu, (10–11 /10/2026) di Aula Kwarcab Pramuka Batanghari.
Kegiatan ini menjadi pintu awal proses kaderisasi bagi calon anggota yang akan memasuki organisasi GMNI.
Mengusung tema “Menanamkan Spirit Ideologi Marhaenisme dalam Jiwa Mahasiswa Batanghari sebagai Komitmen Merawat Pancasila”, kegiatan tersebut diikuti 23 peserta yang antusias mengikuti materi dan seluruh rangkaian kegiatan.
Bagi GMNI, kaderisasi bukan sekadar proses administratif untuk menambah jumlah anggota. Lebih dari itu, kaderisasi merupakan ruang pembentukan kesadaran ideologis, ketajaman berpikir, dan keberanian mengambil sikap terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi rakyat.
Ketua DPC GMNI Batanghari, Septia Arya Herdika, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian PPAB dengan penuh antusias. Ia juga mengapresiasi para pemateri yang telah berbagi pengetahuan dan pemikiran untuk memperkuat pemahaman ideologis para calon kader.
“Kami mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, serta para pemateri yang telah meluangkan waktu dan berbagi pengetahuan. Kami berharap proses PPAB ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal bagi peserta untuk memperdalam ideologi, membangun kesadaran kritis, dan mengabdikan diri dalam perjuangan bersama rakyat,” kata Arya.
Menurutnya, Marhaenisme harus dipahami sebagai ideologi perjuangan yang berpihak kepada rakyat kecil, bukan sebatas pengetahuan yang berhenti di ruang diskusi. Mahasiswa perlu menghubungkan pemikiran dengan realitas sosial serta berani mengambil peran dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.
“Marhaenisme harus hidup dalam kesadaran dan tindakan kader. Mahasiswa tidak boleh menjauh dari realitas rakyat, sebab perjuangan ideologi harus berpijak pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Kader GMNI harus mampu membaca ketidakadilan, membangun keberpihakan, dan mengambil peran dalam mendorong perubahan sosial,” lanjutnya dalam draf kutipan.
Sementara itu, Sekretaris DPC GMNI Batanghari, Riduan, menegaskan pentingnya membumikan Marhaenisme di Kabupaten Batanghari agar ideologi tersebut tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga hadir dalam kehidupan sosial dan perjuangan masyarakat.




Tinggalkan Balasan