Wiranto mengungkapkan bahwa Gubernur Provinsi Jambi, Al Haris pernah membuat komitmen tertulis untuk menyelesaikan Konflik agraria di Provinsi Jambi.
“Akan tetapi yang terjadi adalah janji tinggallah janji. Sehingga banyak demonstrasi para petani ke Provinsi Jambi Karena menemukan jalan kebuntuan dalam proses penyelesaian di beberapa wilayah,”katanya.
Lebih lanjut, Wiranto mengatakan masyarakat Jambi hingga hari ini khususnya para petani yang berkonflik masih menunggu realisasi dari janji-janji politik pemerintah Provinsi Jambi.
“Program pemerintah Provinsi Jambi hingga hari ini, yang sudah dekat dengan ujung jabatannya kami nilai belum mewakili perjuangan rakyat Jambi,”tuturnya.
Terakhir Wiranto mengajak dalam menghadapi Pilkada mendatang, masyarakat memilih pemimpin yang memiliki komitmen dalam enyelesaian konflik agraria di Provinsi Jambi, agar kesejahteraan petani, pendidikan anak-anak Petani, kesehatan dan lapangan pekerjaan Para petani kedepannya bisa terjamin.
“Karena menurut guru besar reforma agraria di Indonesia Gunawan Wiradi, bahwasanya penyelesaian konflik agraria itu harus ada Kemauan politik dari politisi saat itu,” pungkasnya. (*)




Tinggalkan Balasan