Sementara itu, Wali Kota Jambi, Dr. H. Maulana, MKM, mengatakan dalam menjadikan TPA Talang Gulo sebagai pusat pengolahan sampah modern dengan target Zero Waste dalam lima tahun mendatang. Melalui pembangunan pabrik RDF, Ia berharap dapat mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari, menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi seperti, RDF Briket (Bahan bakar alternatif ramah lingkungan),Maggot Sampah (Untuk pakan ternak dan budidaya perikanan), Biji Plastik (Bahan baku industri daur ulang).
Maulana menyebutkan bahwa pabrik RDF tidak hanya sebagai solusi lingkungan, tetapi juga sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan potensi hingga Rp14 miliar per tahun.
“Sampah yang dulunya dianggap masalah, kini menjadi potensi emas bagi Jambi. Dengan teknologi ini, kita ubah sampah menjadi aset daerah,” ujar Maulana.
Selain itu, Pemkot Jambi juga akan mereformasi sistem pengangkutan sampah dengan mengganti tempat pembuangan sementara (TPS) menjadi sistem door-to-door menggunakan gerobak motor (Germo). Petugas pengangkut akan digaji oleh pemerintah, memastikan sampah langsung diproses tanpa penumpukan di TPS.
Program ini turut melibatkan masyarakat melalui Program Kampung Bahagia, di mana setiap RT mendapat dana Rp100 juta untuk pengelolaan sampah lingkungan.
“Dengan pendekatan dari hulu ke hilir, kita hadirkan solusi menyeluruh. Tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan,” tambah Maulana.
Dengan kerja sama strategis antara Pemkot Jambi dan PT Regen Bioteknologi Solusi Indonesia, serta dukungan penuh masyarakat, Jambi siap menjadi pelopor pengelolaan sampah modern di Indonesia. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa dengan teknologi dan komitmen, sampah bukan lagi beban tetapi peluang. (Aas)




Tinggalkan Balasan