Anehnya, dalam pernyataannya, Boy mengaku baru mengetahui keberadaan gudang tersebut.
“Selama ini, khususnya untuk saya sendiri, saya baru tahu,” tambahnya.

Pernyataan tersebut justru mengundang kecurigaan masyarakat. Warga sekitar mengaku bahwa gudang tersebut telah beroperasi secara terang-terangan selama tiga tahun terakhir dan sebelumnya pernah digerebek, namun kembali beroperasi.

“Bukan rahasia umum lagi, bang. Dulu sudah pernah tutup karena digerebek aparat. Tapi sekarang jalan lagi. Heran, kok bisa gak tercium lagi sama aparat?” ujar seorang warga dengan nada heran.

Warga lain bahkan mencurigai adanya beking dari oknum aparat, mengingat keberadaan gudang ilegal itu tidak kunjung ditertibkan meskipun aktivitasnya begitu mencolok.
“Isunya sih dibekingi, Bang. Gak logis kalau polisi bilang baru tahu. Masa aktivitas sebesar ini gak terpantau?” kata warga lainnya.

Baca juga:  Polri Berduka, Polda Jambi Gelar Shalat Ghaib Untuk Polri yang Gugur di Way Kanan

Mereka pun menuntut tindakan tegas dari aparat penegak hukum, karena selain meresahkan, aktivitas seperti ini berpotensi membahayakan keselamatan warga.

“Kalau kebakaran kayak kemarin merembet ke rumah warga, siapa tanggung jawab? Polisi harus tegas!” tegas warga lainnya.

Dari informasi yang TanyaFakta.co dapatkan dari masyarakat sekitar, gudang minyak ilegal tersebut dimiliki oleh seseorang yang bernama Agus.

Kebakaran tersebut setidaknya menghanguskan dua truk tangki, dua truk modifikasi, dua mobil pick up, satu minibus, dua tangki besi persegi, satu tangki bulat, 33 drum besi, dan tujuh mesin pompa merek Alkon. (Aas)