TANYAFAKTA.CO, JAMBI – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 4 Jambi menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan kejuruan di Provinsi Jambi.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan BUMN ini menyalurkan bantuan sebanyak 3.000 ekor bibit ikan nila kepada Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Negeri Jambi, yang berlokasi di Jembatan Emas, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Kasubag TJSL PTPN IV Regional 4, Sumarfin Purba, dan diterima oleh Wakil Kepala Sekolah SMK PP Negeri Jambi, Ny. Risna, S.Pd. Bantuan ini dimanfaatkan sebagai media praktikum dan riset siswa dalam bidang perikanan budidaya.

Baca juga:  Pimpin Apel Bersama Lurah Se-Alam Barajo, Fahrul Ilmi : Layani Masyarakat Sepenuh Hati

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari PTPN Regional 4. Ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap peningkatan mutu pendidikan kejuruan. Bantuan ini sangat bermanfaat dalam menunjang praktik siswa agar siap berwirausaha setelah lulus,” ujar Risna pada Kamis, (26/6/2025).

Bibit ikan tersebut langsung ditempatkan di kolam pembibitan yang telah disiapkan oleh pihak sekolah, sebagai bagian dari integrasi kurikulum pembelajaran berbasis praktik. Program ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk memiliki keterampilan teknis dan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Di sisi lain, Sumarfin Purba menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program rutin TJSL yang dilaksanakan oleh PTPN IV setiap tahun, dengan fokus pada sektor pendidikan, fasilitas umum, dan sosial keagamaan.

Baca juga:  Peduli Warga Sekitar, JBC Gelar Bukber dan Bagikan 200 Hampers Lebaran

“Tiap tahun kami memiliki program TJSL sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. Bantuan kepada SMK PP Negeri Jambi ini disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, khususnya untuk mendukung proses pembelajaran,” jelasnya.

Melalui program ini, PTPN IV berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang terampil dan mandiri, khususnya di bidang pertanian dan perikanan sebagai sektor unggulan daerah. (*)