Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan yang diwakili Kepala Bidang Kepesertaan, Alfian Sahputra, memaparkan skema perlindungan serta manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dari program tersebut.
Pemkot Jambi berharap, integrasi program jaminan sosial ini dapat memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko ekonomi, sekaligus mendorong keterlibatan aktif warga dalam pembangunan lingkungan masing-masing.
Maulana menargetkan, implementasi Program Kampung Bahagia akan dimulai pada Agustus hingga Desember 2025. Setelah melalui proses musyawarah di masing-masing RT pilot project, program akan diperluas secara bertahap hingga mencakup 1.650 RT di seluruh Kota Jambi.
“Jika berjalan dengan baik, ini bisa jadi model nasional. Kita ingin bukan hanya membangun fisik, tapi juga memberikan rasa aman dan bahagia bagi masyarakat,” paparnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat teknis, fasilitator program, serta perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan BPJS Ketenagakerjaan. Sosialisasi ini diharapkan menjadi pemicu partisipasi aktif warga serta memperkuat ekosistem sosial yang inklusif di Kota Jambi.(*)



Tinggalkan Balasan